Akibat Ikut PB MI Ilegal, Pembekuan Pengcab Muaythai Bima Menunggu Hari

0
352
Akibat Ikut PB MI Ilegal, Pembekuan Pengcab Muaythai Bima Menunggu Hari
Foto : Plt. Ketua Umum Pengprov NTB Muaythai Indonesia, Indra Gunawan, SH (kiri) dalam suatu acara bersama Waketum 2 KONI Pusat, Mayjend Purn Sudarmo (kanan) . (dok)

MATARAM, KanalNTB.co – Nasib Pengurus Kabupaten Bima Muaythai Indonesia (MI) diujung tanduk. Kepengurusannya tidak lama lagi akan segera dibekukan menyusul sikap pengurusnya yang tak mengindahkan aturan pengurus provinsi (Pengprov) MI NTB.
Salah satu pelanggaran administrasi berat yang dilakukan Pengcab Bima adalah mengikuti arahan PB MI yang tak diakui KONI Pusat.   Ketua Peng Kab. Bima (sutomo, red ) juga malah menerima SK Ketua Pengprov NTB yang notabene masih dijabat Indra Gunawan, SH selaku Plt yang berlaku hingga Agustus 2022.

Plt Ketua Umum Pengprov MI NTB, Indra Gunawan, SH menyatakan terhadap pelanggaran  fatal organisasi MI NTB ini proses pembekuan pengurus Kabupaten Bima sedang diproses tinggal menunggu hari. Keputusan pembekuan tersebut diambil sebagai sikap tegas Pengprov NTB kepada pengurus yang tidak taat aturan.

“Kami Akan segera bekukan muaythai Kab Bima,” tegasnya.

Pengprov MI NTB menurutnya tidak ingin ada kepengurusan yang berjalan sendiri sendiri tanpa koordinasi dan aturan. Pihaknya tidak ingin membiarkan kepengurusan yang tak bertanggungjawab mengurus atlit  yang dibentuk MI Pusat ilegal yang justru tidak diakui KONI Pusat.

“Semua kegiatan PBMI saat ini lebih baik tidak Kita ikuti sampai ada kepastian dari Koni pusat selaku induk organisasi,” tandas Indra.

Indra juga meminta kepada Pengcab pengcab di NTB agar mengikuti arahan pengprov NTB. Pengprov tidak bertanggung jawab terhadap kegiatan yang mengatas namakan MI NTB diluar ketentuan apalagi sampai meminta minta anggaran ke Koni NTB.

“Seperti Kab Bima itu. Sudah ber ulang kali melakukan langkah tanpa mengikuti arahan pengprov seperti pernah mengirim atlet di kejurnas Makasar tanpa sepengetahuan Pengprov NTB. Terakhir mereka merusak aturan dengan menerima SK bentukan MI ilegal,” jelas Indra.

Karena kesalahan fatal ini pihaknya pun akan segera membekukan Pengurus MI Kabupaten Bima.

Sebagaimana ramai diberitakan Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) DR, Sudirman, SH sedang tersangkut kasus hukum yang dilaporkan sejumlah atlet eks Pelatnas ke Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) terkait dugaan penyelewengan dana yang tidak diterima atlet Nasional sepenuhnya.

Kasus yang menimpa Sudirman ini membuat KONI Pusat tidak merekomendasi permohonan pelaksanaan Munas PBMI yang belakangan tetap dipaksakan dan menetapkan Sudirman lagi sebagai Ketua Umum. Dari hasil Munas Ilegal ini berujung diterbitkannya SK Ketua Pengprov NTB MI untuk Sutomo.

Proses hukum pun tetap jalan dan KONI Pusat tetap tak mengakui hasil Munas yang menetapkan Sudirman sampai proses hukum selesai.

Diantara pelapor terdapat mantan  atlet pelatnas MI asal NTB, Ardiansyah. Ardiansyah ikut melaporkan persoalan ini karena merasa hak haknya dari uang saku selama mengikuti Pelatnas dipotong yang bersangkutan. Saat ini Sudirman dilaporkan telah dinyatakan sebagai tersangka oleh Penyidik Pomdam IM.

Dilansir dari laman media sketsindonews, dalam perkembangan terakhir kasus ini Kuasa Hukum dari para atlet Nasional, Marudut Tampubolon mengatakan, atlet Muaythai Indonesia pelatnas Sea Games 2017 dan 2019 sudah diterima dalam bentuk LP (Laporan Polisi) di Puspomad dan besok akan dilanjutkan dengan memeriksa saksi korban lima orang.

“Baru atas nama Jalu (Jawa Tengah) untuk LPnya, jadi bukti laporan, pidananya dulu yang dilaporkan disini, jadi sudah formal. Jadi besok kawan-kawan yang lima orang akan diperiksa” kata Marudut saat ditemui sketsindonews.com di Puspomad, Jakarta pusat, Rabu (8/12).

Baca Juga : Muaythai NTB, Ardiansyah Berangkat Seleksi Pelatnas SEA Games Vietnam

Dijelaskan Marudut, pihaknya diperiksa hanya dasar pelaporan secara formal, dan menunggu saksi-saksi mengutarakan apa yang dialami dan kerugian apa yang dialami.

“Kan ini dimulai sejak 2017-2019, dan ini akan kita telusuri bersama, karna belum ada upaya penyelesaian dari kejadian ini, makanya kita tindak lanjut ke puspomad” ucapnya.


Pewarta : Hmn

Editor : –

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here