Akses Jalan Tegal-Gontoran Segera Terealisasi dari Anggaran 27 Miliar

0
315
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram HM Kemal Islam. (Foto: ANTARA News).

MATARAM, KanalNTB.com – Akses jalan tembusan dari Lingkungan Tegal Kelurahan Selagalas menuju Lingkungan Gontoran tidak lama lagi akan terealisasi sepanjang 600 meter dengan lebar 15 meter.

Jalan tersebut akan dibangun hotmix dan dilengkapi tiga jembatan penghubung yang dapat dilalui kendaraan roda empat, sehingga bisa memudahkan akses masyarakat di dua wilayah tersebut.

Baca Juga: DPP Golkar Tanggapi Isu Suhaili Pindah ke PKB, Sari Yuliati : Tidak Percaya, Suhaili Kader Terbaik

“Pembukaan Jalan Tegal-Gontoran ini, menjadi jalan ekonomi karena memudahkan akses masyarakat khususnya ke Pasar Mandalika. Jadi mereka tidak muter lagi dari jalan utama yang relatif rawan dan padat lalu lintas,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Mataram HM Kemal Islam, Kamis (15/4).

Untuk keperluan membuka jalan tembusan ini pemerintah terlebih dahulu akan segera melakukan tahap pembebasan lahan. Anggarannya sebesar 27 Miliar diambil dari anggaran yang terbagi dua yakni selain untuk pembebasan lahan untuk akses jalan juga untuk penataan kawasan lingkungan terdampak gempa.
Pemerintah juga akan segera membebaskan lahan untuk pembangunan titik kumpul pada kawasan terdampak gempa bumi masif tahun 2018 lalu, di Lingkungan Pengempel Indah, Gontoran dan Tegal di Kecamatan Sandubaya.

“Titik kumpul akan kita bangun di Lingkungan Pengempel Indah, dengan luas lahan sekitar 18 are. Titik kumpul ini dinilai urgen untuk mengurangi risiko bencana, terutama gempa bumi sehingga menjadi pusat evakuasi warga,” kata Kemal Islam.

Pernyataan itu disampaikan usai bertemu dengan perwakilan pemilik lahan yang akan dibebaskan menjadi titik kumpul dan meminta komitmen pemilik bahwa lahannya siap dilepas untuk kepentingan umum.

“Untuk proses pembebasan lahan ini, Insya Allah tidak terlalu sulit karena dimiliki oleh 8 orang tapi masih dalam satu sertifikat atau sertifikat CS,” katanya.

Menurutnya, kepastian pembebasan lahan titik kumpul tersebut saat ini ditunggu oleh Kementerian PUPR Dirjen Cipta Karya, sebagai acuan penetapan jadwal lelang dengan total anggaran Rp27 miliar dan dijadwal mulai pada Juli 2021..

Dikatakan Kemal, penataan kawasan lingkungan terdampak gempa bumi itu dilakukan karena akibat gempa bumi 2018, sejumlah infrastruktur di kawasan tersebut mengalami kerusakan.

Infrastruktur yang rusak antara lain jalan, drainase, instalasi pengelolaan air limbah milik masyarakat, dan jamban. Jalan-jalan yang dulunya sudah dipasang paving blok sekarang kondisinya rusak berat, jadi itu yang akan diperbaiki termasuk sanitasinya.

“Kegiatan itu sekaligus untuk membangun titik kumpul dan balai pertemuan,” katanya.


(Ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here