Bawaslu NTB Petakan Masalah Serius yang Akan Dihadapi di Pemilu 2024

0
177
Bawaslu NTB Petakan Masalah Serius yang Akan Dihadapi di Pemilu 2024
Foto: Komisioner Bawaslu NTB, Suhardi. (Kanal NTB.com)

MATARAM, KanalNTB.com — Pemilu serentak dipastikan akan berlangsung pada tahun 2024. Bulan Maret akan dimulai dengan Pilpres kemudian disusul Pilleg di bulan November dan di akhir tahun yang sama juga berlangsung Pilkada baik gubernur maupun Bupati Walikota.

Badan Pengawas Pemulihan Umum (Bawaslu) NTB telah memetakan beberapa hal yang patut diatensi serius dalam setiap tahapan persiapan jadwal kontestasi politik yang padat tersebut.

Baca Juga: Pernyataan Gubernur Wajar Bupati Walikota Angkat Timses jadi Pejabat, Doktor Raihan : Membuktikan Kinerja KASN dan Bawaslu Lemah

“Di antaranya, tata kelola lima kotak yang cenderung rumit, beban kerja penyelenggara yang relatif berat dan tidak proporsional, dan potensi molornya jadwal penghitungan suara,” ungkap Koordinator Devisi Hukum Data dan Informasi, Suhardi di Mataram (3/4).

Potensi masalah yang juga dilihat Bawaslu pengisian form C1 yang kerap berbeda antara saksi dengan yang dimiliki KPPS. Menurutnya pada kondisi itu kerap membingungkan para pencari kebenaran, sementara KPPS sudah kelelahan oleh berbagai persoalan administrasi lainnya.

“Tantangan berikutnya yakni sistem informasi rekapitulasi yang belum stabil, dan beban pengelola administrasi pemilu terutama KPPS,” jelas Suhardi.

Selanjutnya, situasi sulit akan muncul akibat jarak antara pemilu dan Pilkada serentak lebih pendek. Suhardi mengatakan hal itu akan membawa dampak terhadap aspek teknis penyelenggara menjadi lebih rumit. Pemilu dan Pilkada Serentak yang digelar dalam tahun yang sama itu, juga akan membuat kebutuhan logistik membengkak.

Di sisi lain, penyelenggara memiliki keterbatasan SDM dan sarana penunjang untuk sosialisasi kepada pemilih mengenai teknis pencoblosan. Sekalipun pemilihan langsung sudah dilakukan berkali-kali namun faktanya masih banyak warga yang kebingungan teknis penyampaian hak suara.

“Ini penting sekali (semakin digencarkan),” terang Suhardi.

Selain berbagai tantangan di atas Pemilu dan Pilkada Serentak dinilai memiliki dampak positif. Terutama dari sisi efisiensi waktu pelaksanaan pemilihan. Pemilu misalnya, membawa semangat untuk melahirkan pemimpin eksekutif baik itu presiden dan wakil presiden yang mendapat dukungan legislatif. Sehingga pemerintahan dapat berjalan stabil dan efektif.
Sisi positif lainnya, pemilu serentak meminimalkan konflik antar partai dan antar partai pendukung.

“Pemilu 2024 harus dapat berjalan sesuai harapan,”ujar Suhardi .

Sementara itu, Ketua KPU NTB, Suhardi Soud, menyadari banyak tantangan yang dapat timbul di Pemilu 2024. Berkaca dari Pemilu 2019 waktu persiapan yang diberikan untuk KPU selama 20 bulan.
Tetapi waktu itu dipandang masih relatif pendek. Sehingga KPU berharap pemilu 2024 nanti persiapan dapat dilakukan selama 30 bulan. Ini tujuannya supaya pelaksanaannya bisa maksimal.


Penulis: Punk

Editor: Hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here