Bupati Djohan Sjamsu Tolak Ritel Modern Masuk KLU

0
132
Bupati KLU Ingatkan Semua Proyek Harus Gunakan Tenaga Lokal
Foto: Bupati KLU Djohan Sjamsu.(KanalNTB)

LOMBOK UTARA, KanalNTB.com – Isu yang merebak bahwa “Ritel Modern” Alfamart dan Indomart akan masuk dan merambah pasar di Kabupaten Lombok Utara dibantah Bupati H. Djohan Sjamsu. Djohan menegaskan belum pernah melakukan komunikasi apapun dan akan menolak jika perusahaan tersebut melebarkan sayap ke Lombok Utara.

“Memang dulu saya sempat didatangi namun saya bilang tidak. Itu yang di medsos, fitnah itu,” ungapnya.

Baca Juga: Djohan Sjamsu Menentang Rencana Kompleks Kantor OPD

Menurutnya, masyarakat belakangan mengelindingkan bola liar isu ritel modern akan segera masuk ke Lombok Utara kendati hal ini justru bukan apa yang menjadi keinginan pimpinan daerah. Djohan menyebutkan yang ia inginkan agar pengusaha kecil memiliki daya saing dan mampu mengelola usahanya dengan baik sehingga perekonomian bisa tetap berjalan.

“Ini (UMKM kita) belum siap untuk bersaing kasihan kita hidupkan dulu pengusaha kita di sini. Memang banyak yang minta namun tidak pernah saya komentari,” jelasnya.

Ke depan dalam jangka waktu yang lebih lama bukan berarti pihaknya tak ingin melunak. Djohan secara gambling mengaku memperbolehkan Alfamart dan Indomaret kendati dengan beberapa catatan. Misalnya UMKM Lombok Utara sudah siap bersaing dan ritel tersebut mesti mengakomodir produk lokal dengan persentase yang menguntungkan pengusaha lokal, dan lain sebagainya.

“Namun suatu saat itu harus ada untuk tingkat persaingan yang sehat itu yang saya mau. Ada beberapa yang hampir mirip (usaha jenis serupa) itu saya tidak tahu karena itu yang berikan izin bukan pada zaman saya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Lombok Utara, Agus Tisno mengatakan belum mendengar adanya ritel tersebut akan masuk ke Lombok Utara. Kendati pihaknya tidak menutup kemungkinan peluang investasi sepanjang mendapatkan restu dari pimpinan daerah. Terlebih, sejauh ini belum ada aturan lebih khusus perda yang melarang adanya Alfamart dan Indomaret berdiri di daerah.

“Dulu pernah ada wacana namun sekarang tidak terdengar lagi, jika sekarang mereka ingin masukan ya sialakan saja. Kita tidak melarang perihal perizinannya,” jelasnya.

“Sekarang tergantung teman-teman di PU diperbolehkan atau tidak untuk tata ruangnya, kalau disetujui dan daerah (bupati) merestui ya kami proses. Kita juga belum punya perda yang melarang untuk itu,” imbuhnya.


Penulis: Eza

Editor: Hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here