Bupati KLU Ingatkan Semua Proyek Harus Gunakan Tenaga Lokal

0
112
Bupati KLU Ingatkan Semua Proyek Harus Gunakan Tenaga Lokal
Foto: Bupati KLU Djohan Sjamsu.(KanalNTB)

LOMBOK UTARA, KanalNTB.com – Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, mengimbau kepada seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menggunakan tenaga lokal dalam pengerjaan proyek. Hal ini diungkapkan Djohan pada saat melakukan peletakkan batu pertama pembangunan perpustakaan di Kecamatan Gangga, Senin (7/6).

Menurutnya, proyek atau pekerjaan fisik pembangunan untuk melibatkan masyarakat Lombok Utara dengan msksud untuk menambah penghasilan masyarakat yang saat ini terdampak pandemi virus covid-19. Terlebih masyarakat yang notabene bekerja di sektor pariwisata banyak yang menganggur karena praktis destinasi wisata ditutup belakangan ini.

Baca Juga: Moeldoko Diam-Diam Kumpulkan Pimpinan Media di Lombok, Ini yang Dibahas

“Manfaatkan tenaga lokal sepanjang tenaga itu ada di tempat kita. Ini untuk kenyamanan para pengusaha juga,” ungkapnya.

Dijelaskan, tidak hanya kepada Pimpinan OPD melainkan para pengusaha atau kontraktor yang mendapat pekerjaan di instansi terkait turut memprioritaskan tenaga lokal. Disamping upaya ini dianggap membantu warga yang sedang mengalami krisis ekonomi, pun juga untuk meningkatkan perekonomian secara makro. Diketahui jika Lombok Utara saat ini memiliki jumlah kemiskinan yang tak main-main yakni mencapai 56 ribu jiwa.

“Ini penting saya sampaikan karena disamping cari rezeki, suatu saat ada program fisik supaya anak-anak kita bisa ikut serta bekerja,” jelasnya.

Menilik lebih jauh, Pimpinan PKB Lombok Utara tersebut kerap mendengar misalnya ada pekerjaan di suatu dinas namun pekerjaanya justru bukan orang asli Lombok Utara. Pihaknya objektif ketika pembangunan tersebut dibutuhkan keterampilan atau skils yang mempuni, dan di daerah tidak ada kompetensi itu maka ia mempersilakan mengambil dari luar. Tetapi jika proyek sederhana dan masih bisa ditalangi maka wajib tenaga lokal.

“Biasanya seperti itu, makanya ia yang harus saya tekankan. Tidak perlu pakai surat segala, karena instruksi saya sudah jelas bunyinya,” tegasnya.

“Karena sekarang ini pandemi covid semua masyarakat susah. Saya tidak mau justru semakin menambah beban masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lombok Utara Herianto, mengamini apa yang jadi perintah pimpinanya. Pihaknya mengatakan, prioritas terhadap tenaga lokal adalah yang utama ditengah pandemi ini tak jarang warga di PHK oleh perusahaannya. Terlebih pusat juga menginstruksikan bahwa pekerjaan apapun, terutama dana desa untuk dikerjakan melalui mekanisme padat karya.

“Memang harus begitu, makanya pusat minta yang di desa harus pakai sistem padat karya. Itu akan membantu ekonomi warga,” pungkasnya.


Pewarta: Eza

Editor: Hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here