Dana Makan Atlet Pelatda NTB Memprihatinkan, Pelatih dan Atlet Galang Dana Lagi di Jalan Raya

0
123
Buntut Penggalangan Dana Pelatda PON XX, Harii ini Komisi V Panggil Dispora dan KONI NTB
Foto: Atlet Pelatda NTB dan Pelatih Atlet Galang Dana Lagi di Udayana. (dok)

MATARAM, KanalNTB.com — Puluhan Pelatih dan atlet kembali turun ke jalan menggalang dana bantuan kepada masyarakat pengguna jalan karena minimnya anggaran dana Pelatda PON XX Papua 2021 yang diterima dari KONI NTB.

Mereka turun ke jalan, Minggu (31/1) siang mulai dari depan gedung DPRD NTB menuju perempatan lampu merah BI. Di perempatan ini mereka menyebar meminta sumbangan dengan memanfaatkan pengendara roda dua dan roda empat saat berhenti menunggu lampu hijau menyala.

Ketua Forum pelatih Cabor Pelatda PON XX Papua 2021, Agus Suharyan, menyatakan apa yang  dilakukan para pelatih dan atlet merupakan bentuk kegiatan yang mau tidak mau harus dilakukan karena minimnya anggaran yang diberikan KONI NTB untuk persiapan menghadapi PON. Dan aksi siang itu dikatakan Agus merupakan aksi lanjutan setelah aksi yang sama dilakukan Minggu sebelumnya. Dan aksi ini dilakukan merespon hasil pertemuan antara pengprov dengan KONI dan Dispora yang tak menghasilkan kesepakatan jumlah anggaran sesuai rumusan awal anggaran pelatda yang dibutuhkan atlet.

“Apa yang dilakukan teman teman merupakan bentuk keprihatinan yang spontan karena merasa tidak tahu harus meminta kemana karena hasil rakor terakhir dengan KONI dan Dispora tidak menghasilkan keputusan yang membela kepentingan atlet,” ujarnya.

” Sebenarnya tidak banyak yang kami minta untuk  sehari yang penting bisa mencukupi kebutuhan makan Atlet mengingat  Pelatda tahun lalu uang makan atlet 150 ribu per hari tapi sekarang yang diberikan hanya 23 ribu sehari. Dengan jumlah itu atlet tidak akan bisa maksimal berlatih karena tidak cukup memenuhi nutrisi atlet,” imbuh pria yang juga pelatih Kempo ini.

Agus juga menambahkan, dana makan yang berjumlah Rp. 700.000 per bulan itu akan sangat tidak cukup mengingat kemampuan finansial atlet uang tersebut tidak hanya untuk makan tapi juga untuk membiayai operasional pelatda seperti transportasi latihan, biaya fitnes, pembayaran listrik, biaya urut dan kesehatan atlit.

Para pelatih, menurut Agus bertekad akan terus melakukan penggalangan dana ini untuk membantu kekurangan dana pelatda.
“Kami kasihan sama atlet yang berlatih kebutuhan gizinya tidak terpenuhi  padahal mereka dituntut maksimal tapi dukungan dana tidak maksimal,” lanjut Agus sambil menunjukkan rekaman video atlet yang sedang berlatih fisik karena kurang nutrisi ada atlet yang pingsan tidak kuat mengikuti program latihan.

Sebagaimana diketahui KONI tahun ini menerima anggaran 3 Miliar dari pemerintah provinsi. Persoalan muncul di pembagian anggaran antara kebutuhan Pelatda dan operasional KONI yang dianggap tidak memihak pada kebutuhan Pelatda terutama kebutuhan atlet.

Plt. Kadispora Provinsi NTB, H Surya Bahari yang dikonfirmasi terkait masalah ini menyatakan bahwa sekarang ini atlet latihannya Desentralisasi jadi yang diberikan adalah bantuan konsumsi.

” Jadi pelatih harus paham berbeda dgn pelatda Sentralisasi dan ini sdh disepakati oleh semua pihak. Dan Ini kan (yang protes/tidak setuju/pelatih yang menuntut, red) hanya itu itu saja orangnya yang mengatasnamakan Atlit coba kita lihat cabor cabor unggulan mereka tetap fokus berlatih bukan sibuk mengurus hal hal lain diluar latihan….!!!!,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Umum KONI NTB, Andy Hadianto, belum mau berkomentar terkait hal ini. Hingga tulisan ini dimuat ia enggan menjawab konfirmasi kanalNTB.


Penulis: Hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here