Dir Le-SA Demarkasi Tuding Pemprov dan Pemkab Tak Peka, Soal Penyegelan RS Mandalika

0
254
Dir Le-SA Demarkasi Tuding Pemprov dan Pemkab Tak Peka, Soal Penyegelan RS Mandalika
Foto: Direktur Le-SA Damarkasi NTB, Hasan Masat. (7

LOMBOK TENGAH, KanalNTB.com — Direktur Lembaga Studi Advokasi Demokrasi dan Hak Asasi (Le-SA Demarkasi NTB) Hasan Masat menuding kepekaan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota memudar dan dikatakan tak bertanggungjawab.

Tak adanya tanggungjawab pemerintah tampak dari kasus kasus struktural yang mewajibkan  adanya gerakan sosial, demonstratif bahkan penyegelan dan pengusiran oleh warga. Setelah itu para pengambil kebijakan baru mulai merespon itu artinya kepekaan terhadap masalah sosial pemerintah daerah, sangat miris dan memprihatinkan.

Baca Juga: Musda Demokrat NTB Digelar Agustus, Ketua Baru Ditentukan DPP

“Ini bisa jadi karena penempatan pejabat pejabat menjadi ketua dan kepala OPD penuh dengan pola dan praktek KKN, karena dekat dengn gubernur, wakil gubernur, bupati  wakil bupati, walikota, wakil walikota, bahkan soal etnis dan keluarga,  praktek praktek beginian sudah tidak layak, basi dan anti reformasi.

“Untuk itu, kami mendesak gubernur, bupati, walikota, disamping dengan modek dan tatacara pansel dalam seleksi kepala kepala OPD, panselnya juga jangan cuma seremonial dan hanya mengikuti mau nya user, tapi hendaknya juga memperhatikan rekam jejak, kinerja dan keberpihakan dalam memikirkan rakyat,” tegas Hasan.

Terutama kabupaten Lombok Tengah yang segera melakukan mutasi, jangan angkat para carmuk dan pemalas, serta setelah di komplain maupun digedor baru menyelesaikan masalah pemerintahan dan pembangunan.

“Kami wanti wanti bupati dan wakil bupati kabupaten lombok tengah, untuk tidak lakukan pola pola KKN dalam penempatan pejabat dan pemerintahan untuk pembangunan di lombok tengah, kasus warga terisolir, dan rumah sakit internasional desa sengkol, adalah kasus yang memalukan untuk melihat kinerja pemerintahan daerah, baik provinsi NTB maupun kab lombok tengah,”tegas Hasan.


Pewarta: Punk

Editor: Hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here