DPRD NTB Acungi Jempol Ide Industrialisasi dan Zero Waste Gubernur Zul, Tapi Sayang Ide Itu…

0
82
Foto: Anggota Komisi II DPRD NTB, Made Slamet. (KanalNTB)

MATARAM, KanalNTB.com — Anggota Komisi II DPRD NTB, Made Slamet, mengacungi jempol Ide dan gagasan program kerja Gubernur NTB, Zulkieflimansyah seperti Industrialisasi dan Zero Waste. Tetapi sayangnya ide cemerlang tersebut tak mampu ditindaklanjuti Kepala Dinas dan jajarannya. Ketidakmampuan tersebut sepertinya disebabkan adanya matahari kembar di dalam dinas tersebut. Ia pun menyarankan gubernur segera mengevaluasi bawahannya secara menyeluruh. Jika langkah evaluasi total tidak dilakukan gubernur maka program apapun yang digagas tidak akan mampu diaplikasi bawahannya.

” Program Zul semuanya sampai kapanpun Dinas itu tidak akan berubah kalau isinya orang itu itu saja. Seperti ada matahari kembar di dinas tersebut,” kritik Made.

Made juga melihat bahwa banyak kepala daerah yang tak seirama dalam program yang diinginkan gubernur. Mereka banyak yang belum mau mengikuti program gubernur. Dia berharap kepala daerah yang baru saja terpilih mau bekerjasama.

“Banyak kepala daerah tidak negarawan. Baru selesai Pilkada tetapi masih berpikir kedepan untuk maju lagi. Jadi tidak pernah berpikir untuk masyarakatnya,” urai Made.

Lebih jauh politisi yang terpilih dari Dapil Kota Mataram tersebut mempertanyakan hasil dari program Industrialisasi Berapa banyak UKM yang hidup apakah dapat mengurangi kemiskinan dan Zero Waste apa sudah semua orang mau berpikir soal sampah. Begitu juga dengan JPS itu tidak mampu mengurangi kemiskinan tapi hanya menunda rasa lapar.

“Jaring pengaman sosial itu hanya menunda orang untuk lapar. Bukan mengurangi kemiskinan. Soal sampah kenapa kita tidak menanyakan apa yang dibutuhkan daerah untuk mengurangi sampah, Truk misalnya itu tidak dilakukan,” tegasnya.

Solusi yang ditawarkan agar semua sektor kecil seperti UMKM digarap. Karena di situasi pandemi mereka yang masih bisa bertahan dibanding sektor besar.

“Sektor kecil harus digarap, karena situasi kayak gini mereka saja yang bertahan. Sektor besar cepat hancur. Sekarang aja kecil sekali anggaran UMKM,” keluhnya.


Penulis: Punk

Editor: Hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here