Gili Tangkong Lobar Dijual di Situs Internet, Begini Klarifikasi Pemprov

0
94
Pulau Gili Tangkong Lobar Sudah Dijual Dua Kali, Akun Penjual Diduga Asal Sulawesi
Foto: Gili Tangkong (ist)

LOMBOK BARAT, KanalNTB.com — Pulau Gili Tangkong yang berlokasi di kabupaten Lombok Barat tiba tiba viral setelah diberitakan salah satu situs berita pemerintah hendak dijual lewat situs internet. Upaya menjual pulau ini pun membuat pemerintah provinsi NTB kebakaran jenggot dan membantah kebenaran berita tersebut.

“Tidak ada Gili yang dijual,” bantah Kepala Dinas Kominfotik NTB, Gede Putu Aryadi, Senin (8/2).

Ditegaskan Putu Aryadi, saat ini Pemerintah Provinsi NTB memang sangat terbuka dan sedang mengharapkan kehadiran para investor yang serius untuk mengembangkan usaha bisnisnya di wilayah NTB termasuk di pulau yang menjadi buah bibir tersebut.

Bahkan dalam program NTB ramah Investasi, kata dia, pemerintah daerah siap menyediakan “karpet merah” untuk kemudahan bagi para investor. Misalnya kemudahan ijin, penyediaan infrastruktur dasar dan lain-lain, sehingga memberikan kemaslahatan bagi masyarakat. Kemudahan investasi bukan berarti menjual aset pulau, tegasnya.

Menurutnya, NTB memang memiliki ratusan aset pulau pulau kecil atau gili ( bahasa sasak) yang eksotik dan menarik minat para investor untuk menanamkan modal usaha, khususnya bisnis sektor pariwisata. “Jejeran pulau pulau menawan itu, tidak hanya ada di pulau Lombok, tapi juga di pulau Sumbawa”, terang Aryadi.

Semua proses investasi tersebut, kata Aryadi harus dilaksanakan sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku. Selain itu, harus memberikan dampak nyata dan luas bagi peningkatan kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, baik saat ini maupun bagi generasi mendatang.

“Jadi tidak ada kebijakan pemerintah Povinsi NTB untuk menjual pulau seperti yang disebutkan,” tandasnya.

Ia mengatakan, saat ini di gili Tangkong telah mulai terlihat aktivitas usaha pariwisata yang dikelola oleh pemerintah dan warga setempat. Itu semua demi mendongkrak perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Putu Aryadi juga menceritakan, sebelumnya hal yang sama pernah terjadi. Dimana ada satu Nisa (baca pulau) yang berlokasi di Pulau Sumbawa yang juga diinformasikan dijual secara online. Terkait persoalan itu hingga kini tidak ada kejelasan siapa yang membeli karena memang tidak dijual.

“Tidak mungkin Pemerintah Provinsi menjual aset yang jelas peruntukannya untuk pembangunan daerah dan masyarakat. Dulu pernah ada juga di Sumbawa ada pulau atau Nisa yang ingin dijual. Sampai sekarang nggak ada itu dijual,” tandasnya.

Putu Aryadi mengira, mungkin yang maksud dari website tersebut tidak menjual Gili Tangkong, tapi menarik investor agar mau melakukan investasi di NTB lewat Gili Tangkong.

“Mungkin niatnya mencari investor bahwa ada gili atau pulau yang indah di NTB. Kalau dijual engga benar itu,” pungkasnya


Penulis: Punk

Editor: Hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here