Gunungan Sampah di Trawangan Akan Diolah, Pemda Minta Bantuan Pemprov Alat Exavator

0
209
Gunungan Sampah di Trawangan Akan Diolah, Pemda Minta Bantuan Pemprov Alat Exavator
Foto: Gunungan Sampah di Gili (Sumber: Instagram Gili Ekotras)

LOMBOK UTARA, KanalNTB.com – Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Kawasan Permukiman (DLHPKP) Lombok Utara berencana akan mengolah tumpukan sampah yang menggunung di Gili Trawangan dengan terlebih dahulu meratakan sampah tersebut dan melakukan pemilahan.

Kepala DLHPKP KLU, Zaldy Rahardian, mengatakan sampah yang mengunung tersebut sudah ada sejak Gili Trawangan ada. Maklum saja, lokasi tersebut dijadikan tempat untuk membuat seluruh limbah sampah oleh aktivitas masyarakat setempat. Maka dengan begitu, tidak bisa praktis perataan tersebut pihaknya akan menggunakan exavator mini yang akan dipinjam dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat.

Baca Juga: Kebutuhan Air Bersih Masyarakat di Tiga Gili Dicover BUMD Pemprov NTB

“Sampah yang dipikir kok masih ada tumpukan sampah, itu sudah menahun yang mau kita diratakan. Kita akan kelola tapi butuh alat exavator mini,” ungkapnya Kamis (26/8).

Dijelaskan, pihaknya pada tahun 2020 kemarin sudah bersurat ke provinsi guna meminjam exavator. Pun demikian dengan balai juga telah diberitahukan, kendati sampai sekarang masih belum bisa terealisasi. Sampah di sana nantinya akan dimanfaatkan untuk dijadikan pupuk dan lain sebagainya. Terlebih lokasi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Gili Trawangan sudah ada dan tak jauh dari lokasi sehingga pengolahan nantinya bisa dipusatkan di sana.

“Mereka sudah respon masih tunggu waktu apalagi dengan kondisi covid ini. TPST sudah kita manfaatkan ada pupuk segala macam di sana supaya bisa bermanfaat,” jelasnya.

Persoalan sampah, lanjut Mantan Kadis PUPR KLU ini harus diperangi secara massif. Tidak bisa sekadar DLHPKP saja yang bergerak kendati juga seluruh masyarakat dari dusun, desa, camat, hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Belakangan pemda tengah mengkaji rencana pengolahan sampah yang dijadikan sebagai solar. Ada pihak swasta yang menawarkan alat pada dinas kendati masih dirancang gun kerjasama pengolahan tersebut ke depannya.

“Jadi sampah plastik atau ban bisa diolah jadi bahan bakar. Kita akan ada MoU dengan swasta mengolah plastik jadi solar masih di kaji dengan pemda, kita akan diberikan alat dengan kapasitas produksi 1 ton di TPST,” katanya.

“Kita harus kerjasama tidak mungkin sendiri. Apalagi ada pembiayaan segala macam di situ, mumpung masih sepi maka tahun ini kita akan mulai bersihkan tumpukan sampah di Trawangan,” pungkasnya.


Pewarta: Eza

Editor: Hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here