Investasi Tambak Udang Dinilai Belum Efektif Dongkrak Ekonomi

0
65
Investasi Tambak Udang Dinilai Belum Efektif Dongkrak Ekonomi
Foto: Wakil Ketua DPRD KLU Mariadi. (KanalNTB.com)

LOMBOK UTARA, KanalNTB.com — Menjamurnya investasi tambak udang di Kecamatan Kayangan dan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) menuai sorotan DPRD setempat. Ketua II DPRD KLU Mariadi berpendapat gencarnya investasi tambak udang yang dilakukan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir nyatanya belum mampu mendokrak ekonomi daerah bahkan dari sisi tenaga kerja di daerah pun sangat minim.

“Aktivitas tambak udang memang bagus namun belum efektif untuk mendongkrak sektor ekonomi daerah. Terlebih kaitannya dalam nilai investasi dan penyerapan tenaga kerja masih sangat minim, ” Ungkapnya.

Baca Juga: Tahun ini, KLU Dapat Jatah 50 Unit RTLH

Jika demikian Politisi Partai Golkar itu beranggapan bahwa bisnis tambak udang tidak menguntungkan hasil yang besar ketimbang investasi perhotelan. Apalagi tambak udang memanfaatkan lahan yang begitu besar sementara hotel tidak demikian.

“Tambak udang ini kalau saya lihat keuntungan besar itu tidak ada, keuntungan hanya pada pajak tanah di kita. Artinya diluar tambak mereka tetap bayar pajak kan, sedangkan setoran mereka itu ke provinsi penciptaan lapangan kerja juga tidak terlalu bagus sekali dari sisi retribusi juga tidak besar,” ujarnya.

Mariadi menjelaskan, berbeda dengan investasi di bidang perhotelan meski hanya dengan menggunakan luasan lahan sekitar 5 hektare namun kontribusi pajak ke daerah cukup besar. Dari sisi tanggungjawab atau CSR pun juga lumayan, terlebih Lombok Utara merupakan daerah kawasan pariwisata yang harus terkonsentrasi secara baik.

Pihaknya menggambarkan, ketika daerah sepanjang pesisir pantai Lombok Utara didominasi oleh investasi tambak udang yang keuntungannya tidak terlalu besar, justru satu sisi akan merugikan investasi lain yang notabene dirasa besar.

“Karena kita ini konsen di bidang pariwisata jadi kalau semua pesisir pantai dijadikan tambak udang maka kita akan sama dengan Kabupaten Situbondo sepanjang pantai isinya tambak,” jelasnya.

“Itu justru akan menyulitkan kita manakala ada investor ingin masuk mengelola pantai, kemudian objek objek yang menurut kita bagus di pariwisata habis dikuasai tambak udang ini kalau menurut saya tidak terlalu besar untungnya,” imbuhnya.

Maka dari itu pihaknya berharap untuk rencana jangka panjang maka Bupati Lombok Utara saat ini H. Djohan Sjamsu bisa memikirkan kembali untuk dilakukan evaluasi pada sektor tersebut. Jika aktivitas tambak yang ada sekarang bisa ditekan, dan daerah tidak perlu lagi mengeluarkan izin baru terhadap investasi serupa. Pemda disarankan konsen pada bidang investasi yang mampu menghasilkan PAD besar dalam setahun.

“Ya saya kira belum efektif dan ini harus dievaluasi, “pungkasnya.


Penulis: Eza

Editor: Hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here