headlinePeristiwa

Kadis Nakertrans NTB Sebut Perusahaan Ibarat Rumah Tangga, Harus ada Keterbukaan

MATARAM, KanalNTB.co – Kadis Nakertrans NTB I Gede Putu Ariyadi menegaskan bahwa Perusahaan ibarat rumah tangga harus ada keterbukaan antara pimpinan dan bawahan , hal ini disampaikannya saat menjadi narasumber pada acara Optimalisasi Pendalaman Deteksi Dini Hubungan Industrial Pusat di Hotel Lombok Plaza, Rabu (31/1/2024).

“Ibarat dalam sebuah rumah tangga, kalau antara anggota keluarga jarang berkomunikasi dan tidak ada keterbukaan maka akan sangat mudah salah paham, saling curiga atau tiadanya kepercayaan satu sama lain, yang akhirnya perselisihan akan sulit dihindari,” tegasnya.

Gede menyebut juga bahwa pemerintah memiliki kepentingan yang besar untuk memastikan terwujudnya hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan.

Permasalahan sering terjadi karena dipicu oleh hal-hal yang sangat sederhana. Faktor utamanya adalah kurangnya komunikasi dan keterbukaan antar pihak.

Oleh karena itu, perlu untuk melakukan deteksi dini dengan membangun komunikasi. Jangan membangun jarak antara pemimpin perusahaan dan pekerja. Sebagai perpanjangan tangan dari Pemimpin Perusahaan, HRD harus bisa membuat sistem atau media yang mempertemukan berbagai stakeholders yang ada di perusahaan.

“Tanpa adanya keterbukaan dan adanya sistem atau media bagi pekerja untuk menyampaikan keluh kesah dan aspirasinya, maka orang akan terus berprasangka. Belum lagi masuknya pihak ketiga yang semakin memperkeruh keadaan,” ungkap Mantan Irbansus pada Inspektorat Provinsi NTB.

Sementara itu, Direktur Kelembagaan dan Pencegahan Perselisihan Hubungan Industrial Ditjen. Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja yang diwakili oleh Koordinator Pencegahan Perselisihan Hubungan Industrial Fritz Simon Saortua, menyampaikan kegiatan Optimalisasi Pendalaman Deteksi Dini Hubungan Industrial Pusat adalah untuk menyerap aspirasi serikat pekerja dan pengusaha mengenai permasalahan ketenagakerjaan.

Tujuan dari Hubungan Industrial itu sendiri adalah mewujudkan Hubungan Industrial yang Harmonis, Dinamis, Kondusif dan Berkeadilan. Agar hak dan kewajiban antara pengusaha dan pekerja/buruh di perusahaan terdapat harmonisasi.

“Jika Hubungan Industrial di tempat kerja tidak kondusif, maka akan mengakibatkan kelangsungan proses produksi dan ketenangan kerja tidak tercipta,” ujar Simon.

Jumlah kasus Hubungan Industrial Tahun 2023 sebanyak 53 kasus yang melibatkan 134 orang dengan rincian paling banyak terjadi di Kota Mataram.

Kasus yang sudah selesai sebanyak 51 kasus dan sedang proses sebanyak 2 kasus. Kasus Hubungan Industrial kebanyakan tentang pesangon dan PKWT yang tidak diperpanjang.


Pewarta: Punk

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button