Kanwil DJPb NTB Sebut COVID-19 Akibatkan Penyaluran KUR TKI Merosot Tajam

0
57
Kanwil DJPb NTB Sebut COVID-19 Akibatkan Penyaluran KUR TKI Merosot Tajam
Foto: Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Nusa Tenggara Barat, Sudarmanto,  pada Rilis Kinerja APBN, TKDD dan PC-PEN Triwulan I 2021 Sekretariat Jenderal Perwakilan Kementerian Keuangan NTB, Rabu (14/4).

MATARAM, KanalNTB.com – Di tengah situasi Pandemi Covid 19 yang masih menghantam belahan dunia termasuk Indonesia nasib TKI saat ini  banyak menghadapi PHK. Keadaan ini memicu beberapa negara tujuan utama TKI NTB  melakukan pembatasan kunjungan, baik wisatawan maupun tenaga kerjanya.

Apa yang dialami para TKI oleh situasi Covid 19 ini berimbas secara tidak langsung pada penurunan drastis penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tenaga Kerja Indonesia.

Baca Juga: DPP Golkar Tanggapi Isu Suhaili Pindah ke PKB, Sari Yuliati : Tidak Percaya, Suhaili Kader Terbaik

Demikian diungkapkan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Nusa Tenggara Barat, Sudarmanto,  pada kesempatan Rilis Kinerja APBN, TKDD dan PC-PEN Triwulan I 2021 Sekretariat Jenderal Perwakilan Kementerian Keuangan NTB, Rabu (14/4).

“Dari 531 debitur pada triwulan I 2020, alami penurunan tajam menjadi 45 orang pada periode  tahun 2021,” ujar Sudarmanto kepada wartawan.

Sudarmanto menjelaskan kalaupun ada penyaluran KUR TKI kepada 45 orang debitur pada triwulan I-2021, itu lebih disebabkan karena debitur memanfaatkan kredit tersebut guna membiayai dokumen persyaratan sebelum dibukanya penempatan ke negara tujuan.

“Yang 45 orang debitur KUR TKI itu untuk membiayai pembuatan paspor,  biaya pemeriksaan kesehatan dan persyaratan terkait lainnya sebelum mereka boleh berangkat,” katanya.

Selain KUR TKI, kata dia, pemerintah juga memberikan kesempatan subsidi dengan bunga sebesar 7 persen untuk KUR kecil dan KUR mikro.

Pada periode Januari-Maret 2021 penyaluran KUR di NTB, didominasi skema KUR mikro dengan jumlah pinjaman maksimal Rp25 juta per debitur.

Adapun total penyaluran KUR kecil pada Triwulan I – 2021 sebesar Rp 386,17 Miliar untuk 2.270 debitur, sedangkan KUR mikro sebesar Rp 736,35 miliar untuk 25.481 debitur.

Pada triwulan I, lanjut Sudarmanto, jumlah debitur di sektor perdagangan besar dan eceran sebanyak 9.817 debitur. Sementara di sektor pertanian perburuhan dan kehutanan tertinggi sebanyak 11.877 debitur.

Peningkatan jumlah debitur KUR terbanyak di sektor pertanian perburuhan dan kehutanan tahun 2020 ini menarik karena menjadi pertumbuhan signifikan yang menggeser jumlah debitur sektor perdagangan besar dan eceran,” katanya.

Dan jumlah ini dipastikan sudah sesuai harapan mengingat situasi yang belum normal. Dengan harapan masyarakat bisa memanfaatkan program pemerintah dalam membantu pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid 19.


Penulis: Hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here