Legislatif dan Eksekutif Sarankan Cakades Pansor Gugat ke PTUN

0
420
Legislatif dan Eksekutif Sarankan Cakades Pansor Gugat ke PTUN
Foto : Warga pendukung cakades pansor no 1 mendatangi DPRD KLU. (KanalNTB)

LOMBOK UTARA, KanalNTB.co – DPRD Lombok Utara telah memfasilitasi pertemuan pihak pelapor yaitu calon kades Pansor Sahdan dengan eksekutif. Pertemuan dampak kisruh Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pansor tersebut akhirnya membuahkan putusan. Putusan dimaksud, yaitu menyarankan pihak yang masih keberatan guna membawa kasus ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Hal ini diungkapkan Ketua Komisi I DPRD KLU Raden Nyakradi.

Menurutnya, ini merupakan rapat ketiga kaitannya penyelesaian persoalan pilkades pansor. Sikap dewan dalam hal ini menilai bahwa apa yang dilakukan Pemerintah Daerah (pemda) kaitan proses pengaduan sudah sesuai sebagaimana Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 5 Tahun 2021. Maka itu, pihak yang masih merasa dirugikan atas kejadian ini disarankan untuk membawa ke PTUN.

“Jadi apa yang dilakukan eksekutif ini sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Kemudian dampak dari ini jika ada pihak yang merugikan karena keputusan ini, langkah yang disarankan kabupaten itu untuk melakukan upaya hukum atau melakukan PTUN,” ungkapnya.

“Kami hanya menjembatani, tidak ada kita membela siapapun. Jadi silakan jika mau dibawa persoalan tersebut ke PTUN,” imbuhnya.

Sementara itu, Penjabat Sekda Lombok Utara Anding Duwi Cahyadi mengatakan, pihaknya tetap kekeuh merujuk dalam aturan. Terlebih ia menilai hasil kontestasi pilkades ini harus satu kadesnya, bukan dua. Maka itu pemda tidak mungkin bisa memberikan kepuasan kepada semua pihak.

“Karena dasar kami aturan, berpegangan diaturan. Jadi siapa yang sesuai aturan itulah yang menang. Kalaupun ada ketidak puasan dari warga kita dalam hal ini yang nomor satu. Dan kami hormati itu, karena itulah demokrasi, jadi tidak mungkin memuaskan seluruh pihak,” katanya.

Dijelaskan, Kalau misalkan di PTUN memutuskan untuk membatalkan hasil Pilkades Pansor, maka pemda disebunya akan lakukan pembatalan. Demikian jika disuruh untuk membuka kotak suara maka akan dilakukan. Artinya, kejelasan hukumnya yang dibutuhkan. Sebab dalam hal ini pelapor meminta untuk membatalkan penetapan hasil dan membuka kotak suara, kendati didalam Perbup tidak ada pasal yang menjelaskan mengenai hal itu.

“Dan juga besok di tanggal 24 kami akan melakukan pelantikan kades terpilih. Makanya saat ini cocok waktunya untuk mereka melakukan PTUN, jadi lebih cepat lebih baik supaya ada kepastian hukum. Karena kita tidak ada kepentingan dalam hal ini, jadi silakan,” jelasnya.

Mengenai PSU yang dituntut oleh pihak pelapor, Sekda melihat belum ada indikasi untuk mengarah ke sana. Hanya saja, pihaknya tetap menghormati hasil dari pada putusan PTUN nantinya jika memang dilakukan pihak pelapor. Meski sudah dilantik bisa saja hasil pelantikan itu nanti digagalkan, karena kewenangan penuh ada di pengadilan.

“Pokoknya kalau selama ini tidak ada keputusan pengadilan untuk memberhentikan pelantikan, ya kita tetap akan melakukan pelantikan, karena kita tetap kekeuh pada aturan,” pungkasnya.

Baca Juga : Kisruh Pilkades Pansor : Pemda KLU Nilai Protes Tak Penuhi Syarat, Warga Ancam Mengadu ke DPRD

Sebelumnya diberitakan, Pilkades Pansor antara Sahdan Cakades Nomor urut 1 dan Airman Cakades Nomor urut 2 memunculkan persoalan. Hal ini lantaran pihak Sahdan mengklaim terjadi pengelembungan suara di TPS 06 dan 07. Ia mengklaim menemukan adanya pemilihan yang notabene berada di luar negeri justru ikut memilih. Hanya saja, berdasarkan saksi Sahdan, saksi malah menandatangani berita acara perihal tidak adanya persoalan dibawah.

Tim Sahdan belakangan telah melaporkan kejadian ini ke Panitia Pilkades pun Panitia Kabupaten. Namun, karena dirasa sejumlah alat bukti kurang, sehingga aduan Sahdan terkesan diabaikan. Atas dasar itu, BPD setempat enggan berani menetapkan pemenang. Tetapi, Camat Kayangan justru mengusulkan hasil tersebut ke Bupati hal ini didasari oleh perbup yang berlaku.


Pewarta : Eza

Editor : Punk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here