Mandi Safar di Gili Meno Ciptakan Daya Pikat, Potensial Bangkitkan Pariwisata KLU

0
74
Mandi Safar di Gili Meno Ciptakan Daya Pikat, Potensial Bangkitkan Pariwisata KLU
Foto: Wakil Bupati KLU Danny Karter Febrianto (tiga dari kiri). (KanalNTB)

LOMBOK UTARA, KanalNTB.com – Ritual tahunan kegiatan masyarakat bertajuk Mandi Safar resmi dilaksanakan pada Rabu (6/10). Selain dihadiri masyarakat setempat, kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron Hadi, Plt Kepala Dinas Pariwisata KLU Ainal Yakin, hingga Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan. Kegiatan tersebut dinilai mampu untuk dijadikan daya tarik guna memikat wisatawan lokal hingga mancanegara.

Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto, ditemui usai kegiatan mengungkapkan, antusias masyarakat sangat tinggi dalam penyelenggaraan kali ini. Betapa tidak, terpuruknya daerah wisata tiga gili lantaran covid-19 berdampak pada ekonomi masyarakat secara langsung. Modal awal tersebut dijadikan optimisme ditengah masyarakat dalam menghadapi pandemi.

Baca Juga: Persiapan Liga 3, Lombok FC Kontrak Tiga Pemain Persiraja Banda Aceh

“Kunci daripada pemulihan ekonomi ini bagaimana kita bisa menanggulangi penyebaran covid. Langkah dan upaya sudah kami lakukan. Setelah itu kita harapkan bisa membuka sektor pariwisata dan memulihkan ekonomi,” ungkapnya.

Terlebih menyangkut kegiatan di KEK Mandalika, tentu fokus saat ini bagaimana mampu menarik wisatawan di sana sehingga daerah mendapat imbas. Maka itu masyarakat dan stakeholders diharapkan mampu menyiapkan diri, adanya mandi safar ini merupakan langkah pertama guna kembali membuka pariwisata. Sehingga ke depan wisatawan bisa mengunjungi daerah secara nyaman dan aman.

“Semua kita harus mempersiapkan diri. Memanfaatkan momen itu (gelaran moto bike di Mandalika) untuk kebangkitan pariwisata Lombok Utara,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron Hadi mengakui pihaknya mendukung ritual tahunan tersebut. Hal ini dirasa membuktikan pada masyarakat luas jika pariwisata tiga gili sedikit demi sedikit sudah aman. Terlebih beberapa waktu lalu Lombok Barat melakukan kegiatan yang sama maka demikian daerah lain diimbau supaya bisa melakukan hal demikian.

“Kemarin di Lobar sudah, sekarang di KLU. Kita harap daerah lain juga gelar kegiatan seperti ini. Sesungguhnya ini titik balik makanya sebelum dilaksanakan moto bike, kita sudah menata baik destinasinya hingga prokes,” terangnya.

Di sisi lain, Plt Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara Ainal Yakin menjelaskan, kegiatan mandi safar bukan event satu-satunya yang dilaksanakan sepanjang Bulan Oktober ini, tetapi masih ada HK endurance challenge, merowah banggaran, menyunat, ngasuh gumi, dan yang terakhir dan puncak kegiatan yaitu maulid adat bayan. Enam kegiatan ini diselenggarakan di lokasi dan tempat berbeda sehingga bisa menarik minat wisatawan secara luas.

“Ini pertanda awal supaya bisa longgar, sepanjang Oktober ini banyak kegiatan yang kami selenggarakan salah satunya mandi safar. Memang tidak bisa langsung (membuka pariwisata) tetapi ini langkah awal,” jelasnya.

“Tentu kita gelar kegiatan kegiatan seperti ini menjadi pintu gerbang dibukan pariwisata di Lombok Utara,” pungkasnya.


Pewarta: Eza

Editor: Hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here