Najam Klarifikasi Insiden Protes PPKM : Oknum Polisi itu Bodoh Bukan Menghina Institusi Polri

0
638
Najam Klarifikasi Insiden Protes PPKM : Oknum Polisi itu Bodoh Bukan Menghina Institusi Polri
Foto: Anggota DPRD NTB H Najamuddin Mustofa. (KanalNTB.com)

MATARAM, KanalNTB.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Nusa Tenggara Barat H Najmuddin Mustofa mengklarifikasi pernyataannya saat memprotes petugas PPKM yang saat itu meminta dirinya putar balik tidak boleh masuk kota Mataram karena drivernya belum vaksin.

Kebijakan PPKM oleh pemerintah dianggap Najamudin sebagai kebijakan yang salah mengingat belum banyak warga yang vaksin sehingga PPKM hanya menyengsarakan rakyat saja karena tidak bisa leluasa beraktifitas.

Baca Juga: Kabid Humas Polda Menanggapi Protes PPKM Dewan NTB : Siapapun Harus Taati Aturan

Najamudin mengungkapkan juga tidak berniat menghina institusi Polri dengan ucapannya saat itu apalagi menghalangi tugas mereka. Apa yang disampaikan hanya spontanitas karena menilai petugas PPKM tidak mengetahui apa yang dikerjakannya yang sangat merugikan rakyat kecil.

“Tidak ada niat kita menghalangi tugas kepolisian. Surat edaran Gubernur tidak ada yang menyebut bahwa harus menunjukkan surat vaksin dan saya menyebut oknum polisi itu bodoh bukan menghina institusi polri,” tukas Najamuddin.

Dia juga menyebut bahwa Kabid Humas Polda Kombes Pol Artanto dalam statemennya juga akan mengevaluasi polres mataram.

“Sudah jelas statemen kabid humas Polda Kombes Pol Artanto itu wilayah kerja Polres Mataram, akan dievaluasi,” terang Najmuddin meniru statemen Kabid Humas Polda tersebut.

Dia juga akan meminta ketua komisi untuk melakukan pemanggilan sebagai mitra kerja untuk mengevaluasi PPKM di NTB.

“Saya akan meminta ketua komisi I untuk mengagendakan,” ungkap Anggota Komisi I DPRD NTB dari Fraksi PAN ini.

Najam juga mengakui apabila dirinya dipanggil Polda untuk klarifikasi sebagai warga negara yang baik ia akan hadir tapi akan melihat dulu isi suratnya.

“Sebagai Warga negara yang baik kita akan hadir untuk tabayun. Kalau saya disebut sebagai tersangka disurat pemanggilan saya ajukan kuasa hukum,” tegas Najam.

Najam juga tidak akan menolak balik kalau tidak ada masalah karena menurutnya dia terpanggil sebagai wakil rakyat.

” Saya kasian saja dengan rakyat harus putar balik puluhan mobil dan ribuan masyarakat. Kalau saya yang bawa penumpang banyak gak masalah saya balik ini saya cuma berdua dengan supir,” ungkap Najam.


Pewarta: Punk

Editor: Hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here