Ngeyel, Pemda KLU Kembali Hentikan Paksa Aktivitas PT. TCN

0
380
Ngeyel, Pemda KLU Kembali Hentikan Paksa Aktivitas PT. TCN
Foto: Penghentian paksa PT TCN di Gili Trawangan oleh Pemda KLU. (KanalNTB)

LOMBOK UTARA, KanalNTB.com — PT. Tiara Cipta Nirwana (TCN) kembali berurusan dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Utara. Hal ini lantaran mereka tidak mengindahkan teguran pemerintah hingga yang kedua kali. Maka itu, Kamis (6/5) sejumlah tim yang terdiri dari Satpol PP, pihak Kecamatan, Bagian Hukum, Pembangunan, sampai Asisten II Setda KLU turun ke lokasi yang berada di Dusun Gili Trawangan Desa Gili Indah guna menghentikan secara paksa.

Diungkapkan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Lombok Utara H. Rusdi, kedatangan kali ini untuk menguatkan komitmen karena PT yang bersangkutan terkesan ngeyel. Selain pemberhentian aktivitas pemda juga memasang spanduk pemberitahuan jika di lokasi belum mengantongi izin. PT. TCN diharapkan untuk melengkapi segala bentuk perizinan terlebih dahulu untuk bisa lanjut melakukan pembangunan.

Baca Juga: PT. TCN Ngeyel, Pemda KLU Bakal Layangkan Teguran Kedua

“Kami kasi pertanda saja, makanya kita stop itu supaya dikomunikasikan mana perizinan yang belum supaya bisa klarifikasi dan segera diurus,” ungkapnya.

Dijelaskan, kedatangan pihak pemerintah ke Trawangan ini merupakan kali kedua setelah teguran pertama dan kedua terkesan diabaikan perusahaan. Pihaknya akan tetap melakukan pemantauan, namun jika PT yang mengantongi kontrak Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) ini bersikukuh lanjut terus tanpa menclearkan segala bentuk izin lebih dulu, maka pemda akan memberikan perlawanan keras. Perlawanan keras dimaksud Rusdi, merujuk pada pembentukan Tim yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang mana tim ini nantinya bahkan berhak menyegel secara sepihak.

“Bisa saja nanti akan dibentuk tim untuk mempelajari itu semua. Seperti penertiban bangunan (sempadan pantai Terawangan) dulu, jadi semua unsur akan dilibatkan,” jelasnya.

“Apalagi TCN ini berani memasukan alat berat tanpa izin. Aturannya sudah jelas jika memasukkan alat berat ke pulau harus ada izin paling tidak ke pemda, apalagi ini bukan untuk kepentingan umum,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Trantibum Satpol PP dan Damkar Lombok Utara Totok Surya Saputra mengatakan alasan PT. TCN tetap bekerja kendati sudah ditegur pemda tak lain karena memenuhi kebutuhan para pekerjanya. Pasalnya, banyak pekerja yang didatangkan dari luar Lombok demikian pula memasuki momen lebaran. Namun begitu, menurut pantauan pihaknya, sudah banyak pekerja TCN yang saat ini memilih untuk pulang.

“Alasan TCN tetap bekerja karena tuntutan daripada pegawai kendati saat ini sudah ada sebagian pekerjanya yang sudah balik ke Jawa,” katanya.

Pihaknya mengakui bahwa saat tim datang perwakilan TCN cukup kooperatif. Mereka langsung menghentikan aktivitas pekerjaan di sana, dalam waktu dekat usai dipasangi spanduk pemberitahuan tersebut Satpol PP Lombok Utara disebutnya akan terus memantau situasi pun mengawal sehingga jika didapati aktivitas yang illegal lagi maka pemda bisa langsung mengevaluasi izinnya pun dengan kontrak KPBU-nya.

“Kita akan terus lakukan pemantauan jika tetap tidak diindahkan maka izin izinya bisa langsung di evaluasi,” pungkasnya.


Penulis: Eza

Editor: Hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here