headlinePeristiwa

Parah !!! Jalan Provinsi di Pusuk Nunggu Korban, LIRA KLU Turun ke Jalan Galang Dana Perbaikan

LOMBOK UTARA, KanalNTB.com – Jalan Provinsi liter S di kawasan pusuk yang menghubungkan Lombok Barat dan Lombok Utara rusak berat bahkan lubang dalam yang terdapat di beberapa titik menyulitkan pengguna jalan. Keadaan rusak parah ini seakan menunggu korban. Melihat kondisi memperihatinkan tersebut Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) NTB turun ke jalan untuk melakukan penggalangan dana guna perbaikan sementara, Selasa (16/3).

Ketua LIRA Lombok Utara, Zainudin, mengungkapkan penggalangan dana ini sebagai bentuk kekecewaan sekaligus protes lantaran pihak Provinsi NTB terkesan lelet dalam memperbaiki jalan tersebut. Betapa tidak, kondisi demikian sudah terjadi bahkan hingga satu tahun terakhir. Tak ayal banyak pengendara yang jatuh akibat rusaknya jalan tersebut.

“Kita prihatin melihat kondisi ini karena banyak pengguna jalan sudah mengeluhkan. Makanys dengan pengalangan dana ini nantinya kita akan berikan ke PUPR Provinsi, barangkali mungkin mereka kehabisan dana,” ungkapnya.

Zaenudin menjelaskan, aksi turun ke jalan tersebut semata sebagai tindakan memecut para birokrasi yang tak kunjung bergerak. Pihaknya akan bersurat jika dalam waktu 2X24 jam jalan liter S pusuk tidak diperbaiki atau minimal dicor, LIRA melayangkan surat ke Polda NTB dan Dinas Perhubungan NTB guna memblokir jalan tersebut seharian. Pemblokiran bukan tanpa alasan, pasalnya LIRA yang justru akan memperbaiki jalan secara swadaya lantaran tidak ada respon pemerintah.

“Dana yang akan kita gunakan untuk memperbaiki jalan itu adalah dana gotong-royong dari masyarakat Lombok Utara,” jelasnya.

“Kita berharap Pemprov NTB merespon cepat sehingga kami sebagai masyarakat tidak khawatir lagi melintasi jalan tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang pengguna jalan Faesal Abdul Aziz mengaku cukup miris melihat kondisi jalan. Pasalnya, ada beberapa titik lubang yang dianggap cukup rawan. Belum lagi jika hujan turun kondisi yang licin memperparah keadaan pengendara. Selain itu, jalan setempat tidak hanya dilalui oleh roda 2 dan 4 saja, melainkan mobil truck yang notabene berkapasitas besar.

“Kalau pemerintah tidak bergerak lalu siapa yang mau perbaiki ini jalan. Soalnya sudah satu tahun seperti ini,” ucapnya.


Penulis: Eza

Editor: Hmn

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button