Pasien Covid 19 Melonjak di Sumbawa RSUP Kewalahan, Siapkan Hotel jadi RS Darurat

0
1628
Pasien Covid 19 Melonjak di Sumbawa RSUP Kewalahan, Siapkan Hotel jadi RS Darurat
Foto: Direktur RSUP d Herman Mahaputra (kanan), Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto (kiri). (dok)

SUMBAWA, KanalNTB.com — Lonjakan Covid-19 di Pulau Sumbawa cukup mengkhawatirkan. Pemerintah Provinsi NTB melalui satgas telah mencatat dalam dua hari sebanyak 538 orang lebih terkonfirmasi positif Covid-19, yakni 16 dan 17 Juli 2021.

Namun lonjakan pasien Covid-19 di Pulau Sumbawa tidak ditunjang fasilitas rumah sakit khusus Covid-19. Walaupun banyak rumah sakit yang ada, namun yang khusus merawat pasien Covid-19 ini hanya satu yaitu RSUP Manambai.

Baca Juga: Khawatir Penyebaran Varian Covid Delta, Komisi I Tunda Uji Kelayakan Komisoner KPID NTB

Hal itu seperti dikonfimasi Direktur RSUP NTB dr Herman Mahaputra yang mengatakan, Pulau Sumbawa punya 3 rumah sakit yang bisa digunakan masyarakat berobat non Covid-19. Hanya satu yang khusus diperuntukan untuk Covid-19 yakni RSUP Manambai di Kabupaten Sumbawa.

“Saat ini, kota bima sara prasarana, item oksigen, nakes harus dikejar. Dokter spesialis kita koordinasi tiga Rumah Sakit di pulau sumbawa dua titik, di bima RS kota bima, sumbawa ada RS manambai. kita gunakan untuk penanganan Covid-19,” ujarnya Herman, belum lama ini.

Melihat itu Mantan Direktur RSUD Kota Mataram ini memberikan solusi keterbatasan rumah sakit khusus Covid-19 yang ada di Pulau Sumbawa.

Herman menyarankan untuk menyulap atau membangun Ruma Sakit di hotel. Ia menyebut banyak hotel yang sepi akibat pemberlakuan PPKM.

“Jika ada kenaikan, maka kita pakai hotel dan diklat jangan khawatir akan ditanggung BPJS untuk dijadikan RS darurat Covid-19,” terangnya.

Herman juga berkeinginan agar lokasi isolasi mandiri yang disiapkan baik agar tidak menambah pasien yang tanpa gejala menjadi bergejala.

“Kita menyiapkan rs darurat untuk isolasi mandiri terpadu dan dengan prefentif. Jangan sampai Pasien yang diisolasi mandiri tampa gejala jadi gejala,” kata Herman.


Pewarta: Punk

Editor: Hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here