Pemprov NTB Untung Rp 144 miliar Lebih dari Sumbangan Devisa PMI

0
290
Najam Klarifikasi Insiden Protes PPKM : Oknum Polisi itu Bodoh Bukan Menghina Institusi Polri
Foto: Kadisnakertrans Provinsi NTB, I Gde Putu Aryadi. (dok)

MATARAM, KanalNTB.com — Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB yang bekerja  di berbagai belahan dunia di beberapa Negara Penempatan, terus memberikan kontribusi positif bagi devisa negara. Sepanjang BulanJanuari sampai Bulan Juni 2021 total remitansi yang masuk di Provinsi NTB sebesar Rp. 144 miliar lebih. Jika dirata-ratakan, maka penerimaan remitansi yang dikirim oleh para pahlawan devisa tersebut, rata-rata sebesar Rp. 24 milyar lebih setiap bulannya. ” Jadi Remitansi buruh migran kita ini cukup tinggi,” ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigasi (Disnakertrans) NTB I Gede Putu Aryadi, S.Sos, MH, Senin  (19/7).

Berdasarkan dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTB bahwa Remitansi terbanyak dikirim para PMI/TKI asal Lombok Barat dan Kota Mataram sebesar Rp. 72,976 miliar. Disusul TKI asal Sumbawa mengirim Rp. 46,395 miliar, kemudian di urutan ketiga yang paling banyak remitansi adalah TKI asal Bima mengirim Rp 20,047 miliar.

Baca Juga: Trend TKI Bermasalah Terus Meningkat, 910 Dipulangkan

Sedangkan Lombok Timur dan Lombok Tengah yang menjadi kantong TKI masih kalah, Lombok Tengah menerima remitansi Rp. 3,44 miliar dan Lombok Timur Rp. 1,12 miliar, Dompu adalah daerah penerima remitansi terendah yaitu sebesar Rp. 687 juta.

Dilihat dari negara penempatan, kata Aryadi Negara Arab Saudi masih menjadi negara penempatan dengan remitansi tertinggi, yaitu sebesar Rp. 61,315 miliar. Negara penempatan kedua penghasil remiten tertinggi adalah Uni Emirat Arab sebesar Rp. 23,374 miliar. Berikutnya posisi ketiga adalah negara Jepang dengan remitansi sebesar Rp. 1,55 miliar. Selanjutnya negara Malaysia dengan remitansi sebesar Rp. 1,54 miliar dan posisi kelima diduduki oleh negara Hongkong dengan remitansi Rp. 1,21 miliar.


Pewarta: Punk

Editor: Hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here