Penataan Destinasi Wisata Kecinan dan Sukadana Diusulkan Rp 2,5 Miliar

0
237
Penataan Destinasi Wisata Kecinan dan Sukadana Diusulkan Rp 2,5 Miliar
Foto: Pantai kecinan di Lombok Utara yang tidak terkelola. (KanalNTB)

LOMBOK UTARA, KanalNTB.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lombok Utara mengusulkan. Penataan di dua destinasi wisata pada tahun 2022. Dua destinasi tersebut yaitu Pantai Kecinan yang berada di Desa Malaka Kecamatan Pemenang dan Pantai Sukadana di Desa Sukadana Kecamatan Bayan. Demikian diungkapkan Sekretaris Disbudpar Lombok Utara, Baiq Prita Setiati, Selasa (27/7).

Menurutnya, seluruh destinasi idealnya mendapatkan perhatian. Kendati lantaran anggaran yang terbatas. Maka penataannya dilakukan secara bertahap. Beberapa persyaratan di dua lokasi tersebut sudah terpenuhi. Salah satunya pengelolaan lahan dan intervensi dari Pemerintah Desa setempat.

Baca Juga: Pokdarwis di Kecinan KLU Tunggu Bantuan Pemerintah, Terkendala Lahan Tak mampu Kelola Wisata

“Kita sudah usulkan senilai Rp 2,5 miliar di DAK tahun 2022. Memang harus bertahap karena tidak mungkin hanya mengandalkan keuangan daerah,” ungkapnya.

Dijelaskan, di Sukadana nantinya akan ditata sehingga diproyeksi. Seperti destinasi Pantai Impos di Tanjung. Bahkan sebagai langkah awal, design pemagaran dan gapuranys sudah ada dari desa yang akan mempercantik kawasan. Sementara di Pantai Kecinan, akan dibangun tempat pementasan. Seperti panggung agar bisa mempertontonkan budaya adat Lombok Utara. Selain itu juga diberikan sejumlah sarana lain.

“Karena di sana sudah ada dari desa yang buka jalan. Terus bagaimana kita menambah saja, yang penting pokdarwis bisa konsisten mengelola untuk dijadikan pendapatan ke depan,” jelasnya.

Khusus tahun ini, dinas kebudayaan dan pariwisata lombok utara sudah mengalokasikan anggaran. Untuk dua pembangunan destinasi. Yaitu di Pantai Beraringan Kecamatan Kayangan senilai Rp 2,1 miliar dan pembangunan Dive Center di kawasan Bangsal Kecamatan Pemenang senilai Rp 2 miliar lebih. Terlebih keberpihakan dinas tidak sampai di situ saja. Pada tahun 2020 lalu. Dana hibah pariwisata turut digelontorkan kepada kelompok sadar wisata di sejumlah tempat. Salah satunya untuk menunjang seperti berugak dan kursi.

“Kemarin sudah kami berikan juga ini sebagai bentuk perhatian kami. Tetap kita usulkan penataan destinasi, fokus kita pengembangan kawasan pesisir pantai ini,” katanya.

“Kita lihat dua tempat ini (Kecinan dan Sukdana.red). Bagus dan sudah banyak dilirik wisatawan. Makanya tahun depan kita usulkan. Yang jelas desa juga ikut membangun,” tandasnya.


Pewarta: Eza

Editor: Hmm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here