Penurunan Angka Stunting di Lombok Utara Tidak Terlalu Signifikan

0
187
Penurunan Angka Stunting di Lombok Utara Tidak Terlalu Signifikan
Foto: Rapat koordinasi tentang penilaian kinerja di lombok utara. (KanalNTB)

LOMBOK UTARA, KanalNTB.com РKepala Dinas Kesehatan  Lombok Utara, dr. H. Lalu Bahrudin, menyatakan penurunan angka stunting di Lombok Utara tidak terlalu signifikan. Karena itu, Kepala Dikes mengajak semua tim agar bisa berkolaborasi dan bekerja sama bersinergi dalam upaya untuk menurunkan angka stunting.

Bahrudin menyatakan itu saat KLU menjalankan Penilaian kinerja Kabupaten dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi di provinsi Nusa Tenggara Barat, di di Aula Bupati Lombok Utara.

Baca Juga: Mahasiswa di Lombok Desak KPK RI Tuntaskan Kasus Bansos Covid 19

Adapun penilainnya bertujuan untuk melihat sampai sejauh mana daerah ikut serta memberikan peranan dalam rangka penurunan stunting, sehingga pada tahun 2024 target nasional penurunan angka stunting bisa mencapai 14%.

Lalu Bahrudin saat kepada kanalntb menyampaikan, sebelum dilakukan penilaian kinerja Kabupaten Lombok Utara oleh Provinsi NTB, persiapan yang dilakukan pihaknya adalah melakukan rapat koordinasi terkait dengan singkronisasi data yang ditampilkan hari ini.

“Artinya dari semua tim stunting ini bukan hanya Dinas Kesehatan tetapi semua OPD stakeholder yang memang sudah ada di SK-nya Pak Bupati di dalam penanganan secara bersama-sama, ” ungkapnya.

Lanjutnya, menjelaskan terkait merupakan catatan laporan dari Pemerintah Daerah khususnya Bupati dan Wakil Bupati.

“Oleh karenanya kita berharap tim-tim ini bisa lebih serius lagi dalam melakukan koordinasi maupun kolaborasi mulai dari tingkat perencanaan penganggaran kemudian pelaksanaan bahkan sampai tahapan evaluasi,” terangnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Hualid sebagai ketua tim penilai provinsi NTB menjelaskan terkait dengan penilaian stunting ini bertujuan untuk melihat sampai sejauh mana daerah-daerah ikut serta memberikan peranan dalam rangka penurunan stunting dan nanti pada tahun 2024 ini seperti target nasional itu penurunan angka stunting mencapai 14%.

“Tapi kita lihat saat ini daerah-daerah belum bisa sampai sejauh itu, mungkin masih kisaran diatas 25%” ucapnya.

Hualid juga menjelaskan, adapun penilaiannya terkait dengan aksi 1 sampai dengan 8 tapi untuk tahun 2021 ini penilaian dari aksi 5 sampai dengan aksi 8. Adapun aksi 5 terdiri dari pembinaan kader pembangunan manusia, kemudian aksi 6 dilihat dari manajemen data, aksi ke-7 dari pengukuran dan publikasi angka stunting. Kemudian dari aksi ke-8 yaitu bagaimana mereview kerja dari perangkat daerah dilihat dari dokumen data yang sudah ada.

“Dengan adanya penilaian ini, Hualid berharap kedepan angka stunting dari tahun ke tahun bisa menurun, ” tandasnya.


Pewarta: Eza

Editor: Hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here