Proses Seleksi Pihak Ketiga CS RSUD KLU Diduga Cacat Administrasi

0
728
Proses Seleksi Pihak Ketiga CS RSUD KLU Diduga Cacat Administrasi
Foto: Lalu Mamad Mujahid selaku pemegang Kuasa PT Sakra Jaya Utama. (KanalNTB)

LOMBOK UTARA, KanalNTB.com – Kompetisi pihak ketiga penyedia jasa layanan Cleaning Service (CS) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU) antara perusahaan satu dengan yang lain berlangsung memanas. Salah satu perusahaan yang ikut dalam lelang manual tersebut melayangkan keberatan dan tidak terima atas hasil seleksi bahkan, pihaknya menduga terjadi cacat administrasi dalam prosesnya pasalnya, pemenangnya justru muncul di luar dari empat perusahaan pendaftar awal.

“Saya keberatan dengan adanya dua perusahaan lagi yang masuk setelah proses seleksi sudah selesai,” ungkap Lalu Mamad Mujahid selaku pemegang Kuasa PT Sakra Jaya Utama.

Baca Juga: Kunker ke Lombok Utara, Sukisman Azmi Gali Soal Implikasi UU Ciptaker

Mamad menegaskan, pihaknya menduga jika proses pemilihan pemenang kerjasama tersebut tidak melalui mekanisme yang jelas. Sebab perusahaan pemenang diketahui masuk setelah proses seleksi sudah selesai dilakukan.

“Saya menghadap menanyakan langsung kenapa sampai saat ini belum diumumkan penetapan pemenangnya,”katanya.

Dikatakannya, proses seleksi yang dilakukan pada 13 sampai 14 Januari lalu itu hanya diikuti 3 PT dan 1 CV. Keempat perusahaan ini dipanggil dan melakukan presentasi bersamaan. Selang beberapa waktu, tiba-tiba muncul dua perusahaan baru lainnya yang masuk pada Februari. Menurut Mamad hal ini tidak sesuai mekanisme, sebab secara administrasi pendaftaran sudah ditutup dan seleksi sudah dilakukan.

Saya heran setelah semua peserta melakukan persentasi kok tiba-tiba dengan jarak yang jauh dilakukan lelang ulang. ini yang menjadi keberatan kita, saya rasa tidak fair jadinya,” Cetus nya.

Lebih lanjut Mamad menegaskan ia ingin pihak RSUD KLU bersikap profesional. Jika memang ada pembatalan, maka harus menyeluruh dan dilakukan seleksi ulang. Ia menduga pemenangan terhadap perusahaan di luar empat perusahaan yang diseleksi itu ada aroma persekongkolan.

“Ini cacat administrasi kalau seperti itu. Kalau pun nanti RSUD mengumumkan pemenangnya, kita akan layangkan sanggahan. Bahkan bila perlu kami akan laporkan ke pihak berwajib,” tandasnya.

Menurut Mamad jika berbicara profesionalitas, mengapa pihak RSUD KLU tidak melakukan tender saja di ULP. Sehingga sudah jelas aturan mainnya dan tidak diatur-atur seperti yang diduga terjadi saat ini.

“RSUD ini harusnya profesional, kalau sudah diseleksi yang 4 ini, harus sesuai ketentuan di awal. Jangan lagi membuat hal lain di belakang,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak RSUD Tanjung belum bisa dikonfirmasi hingga berita ini terbit, awak media bahkan sudah mendatangi kantor yang bersangkutan untuk di mintai keterangan, di hubungi via telpon pun belum memberikan jawaban.


Penulis: Eza

Editor: Hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here