PT. TCN Ngeyel, Pemda KLU Bakal Layangkan Teguran Kedua

0
169
PT. TCN Ngeyel, Pemda KLU Bakal Layangkan Teguran Kedua
Foto: Bangunan di Gili Trawangan yang ditegur pemda KLU. (KanalNTB)

LOMBOK UTARA, KanalNTB.com – Pasca diberikan teguran hingga aktivitas pembangunannya dihentikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Utara karena belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), PT. Tiara Cipta Nirwana (TCN) tetap ngeyel dan melanjutkan aktivitas pembangunan di Gili Terawangan, Desa Gili Indah.

Menanggapi hal itu, Pj. Sekda KLU Drs Raden Nurjati, berencana akan melayangkan teguran ke dua untuk perusahaan yang akan mengelola air bersih di tiga Gili (Trawangan, Meno dan Air) tersebut.

Baca Juga: Pastikan Pelayanan Prima, DPRD Lombok Utara Sidak ke RSUD

“Kita tegak lurus saja, jika tetap beraktivitas meski sudah ditegur ya kita akan layangkan surat tegerun ke dua,” ungkap Nurjati pada wartawan, senin (26/4).

Menurutnya, teguran dari pemda belakangan sudah jelas jika disebut bahwa PT itu mesti merampungkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) supaya bisa tetap beraktivitas. Ketika itu belum dilengkapi maka pemerintah akan kekeuh menolak. Nurjati mengaku, TCN rupanya tidak diam menyangkut teguran pertama. Perusahaan balas melayangkan surat kepada pimpinan daerah dalam hal ini Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu.

“Kami tetap konsisten untuk lakukan teguran berikutnya. Memang TCN sudah bersurat kepada bupati, mereka mempertanyakan lokasi mana yang sekiranya kami langgar sehingga datang teguran pertama,” ujarnya.

Dijelaskan, surat tersebut belum ditindaklanjuti oleh pemerintah. Rencana daerah guna melayangkan teguran kedua juga bukan tanpa alasan. Pasalnya, saat ini diketahui mulai merebak video aktivitas pembangunan oleh PT. TCN yang sebelumnya sempat dihentikan sementara waktu itu. Mantan Kadis Perindag ini mengancam, jika hal itu terus dilakukan dalam waktu dekat akan diterjunkan tim guna memproses larangan tersebut.

“Itu surat belum saya jawab, makanya akan kami jawab dengan berbarengan teguran kedua jika aktivitas itu masih dilanjutkan,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Lombok Utara H. Rusdi mengatakan, dihentikannya aktivitas lantaran agar PT melengkapi sejumlah izin dulu bukan ujug-ujug membangun. Disebutnya, pada saat teguran pertama pemda akan berkoordinasi pihak TCN terkait progres pengurusan izin. Sedangkan untuk koordinasi di tingkat KKP dan BKKPN diserahkan pada PT TCN.

“Intinya baru bisa melanjutkan pembangunan kalau perizinan sudah dituntaskan. Jika tetap saja, maka nanti ada teguran kedua dan seterusnya,” pungkasnya.


Penulis: Eza

Editor: Hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here