headlinekesehatan

Rakor Rembuk Stunting, Pemda KLU Target Penurunan Hingga 5 Persen di 2024

LOMBOK UTARA, KanalNTB.co – Tim Percepatan Penurunan Stunting menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Lombok Utara Tahun 2023 bertempat di Aula Kantor bupati, Rapat tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febriato, R, ST., M.Eng, Rabu (23/8). Hadir juga Kepala OPD lingkup Pemda Lombok Utara, Camat se-KLU, Kepala Desa Lokus Stunting se-KLU, serta beberapa undangan peserta Rakor lainnya.

Wabup Danny menyampaikan, persoalan stunting merupakan permasalahan kompleks, hal tersebut dikarenakan stunting menjadi tantangan kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang. Persoalan stunting menjadi tantangan bersama dimana memiliki dampak pada generasi muda yang akan menjadi penerus estafet kepemimpinan di Kabupaten Lombok Utara.

“Dengan masih adanya persoalan stunting di KLU, kami menaruh harapan semua pihak untuk mengambil peran sesuai dengan tempat tugas dan bidang masing-masing agar target capaian penurunan stunting secara nasional bisa diwujudkan yakni 14 persen ditahun 2024,” harapnya.

Wabup Danny yang juga Ketua TPPS KLU itu mengatakan, Lombok Utara yang bangkit dengan inovasi betul-betul diimplementasikan, mengingat permasalahan yang banyak muncul di sekitar tidak sedikit yang bermuara di dalam kehidupan berkeluarga seperti masalah kemiskinan, pendidikan, sosial hingga masalah kesehatan gizi atau stunting.

“Angka stunting di daerah kita masih tinggi sesuai hasil survey EPPBGM Bulan Februari Tahun 2023 yakni sekitar 19,49 persen prevalensi stunting atau dengan jumlah anak 4574 stunting di KLU. Dengan ini kita haraplan target penurunan hingga 5 persen di tahun 2024 nanti, “tegasnya.

“Saya mangajak kepada semua pihak untuk meningkatkan perhatian terhadap percepatan penurunan stunting di KLU secara terintegrasi lintas program dan terkonvergen tingkat keluarga melalui Program Gerakan Intervensi regulasi, Gerakan Integrasi Program, Gerakan Kolaborasi Aksi dan Gerakan Kampanye Stunting atau yang disebut dengan istilah 4G,”imbuhnya.

Peran dan tugas dilakukan untuk menekan angka stunting di Gumi Paer Daya, masalahnya seperti DP2KBPMD dengan pendekatan Keluarganya, Dikes dengan Pendekatan Posyandu Keluarganya, Dinas Sosial dengan Pendekatan Bantuan Sosialnya, Dinas PU PR dengan pendekatan Infrastruktur yang memadai, Kementerian Agama dengan pendampingan Calon Pengantin dan Dinas lainnya sesuai dengan indikator peraturan yang berlaku.

“Rembuk Stunting yang kita laksanakan setiap tahunnya merupakan wujud nyata kepedulian dan perhatian dari pemerintah dalam upaya menyatukan langkah di lima kecamatan dan 43 desa serta dinas terkait baik itu berkaitan dengan subyek dan obyek pembangunan SDM,”ujarnya.

Wabup Danny juga menyampaikan harapan agar para petugas puskesmas dan posyandu keluarga untuk mengawal proses survei SKI, serta memastikan penimbangan dan pengukuran dilakukan dengan benar sehingga sesuai dengan data yang ada di lapangan sehingga target nasional angka stunting 14 persen di Tahun 2024 akan bisa kita raih bersama dengan semangat dan kerjasama yang baik sesuai dengan amanah yang di emban masing-masing.

“Tetap semangat dalam memajukan daerah di bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan, kebudayaan serta bidang lainnya untuk menyongsong masa depan anak cucu di Kabupaten Lombok Utara yang siap berkarya dan berinovasi sesuai dengan perkembangan teknologi informasi,” tandasnya.

Sementara itu Kepala DP2KBPMD Mala Siswadi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat penurunan angka stunting di KLU. Dalam rembuk tingkat kabupaten diikuti oleh sebanyak 114 orang peserta yang terdiri dari TPPS Kabupaten, Camat se-KLU, PKK kecamatan, puskesmas se-KLU, Kemenag KLU,KUA se KLU, Kepala desa 20 lokus stunting, dan perwakilan tim pendamping keluarga, NGO serta kepala bidang Dinas P2KBPMD.

“Penurunan stanting ini harus melibatkan semua sektor, jadi kita tidak bisa sendiri, nah dalam rembuk ini bertujuan untuk menggerakan semua sektor itu untuk bekerjasama dalam permasalahan stanting ini, ” Ungkapnya.

Mala menegaskan, angka stanting di KLU masih di kisaran 19,45 persen, angka ini sudah merupakan penurunan yang sangat signifikan dibandingkan daerah lain, namun pada 2024 nanti pemerintah menargetkan di angka 14 persen.

“Kita target sekitar 5 persen penurunan, melihat trant penurunannya kita sangat optimis angka itu bisa tercapai di tahun 2024 nanti, ” Pungkasnya.


Pewarta: Eza

Editor: Hmn

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button