Rezim “Joda Akbar” Beberkan Capaian Seratus Hari Kerja

0
576
Rezim
Foto: Pres rilis Djoda Akbar. (dok)

LOMBOK TENGAH, KanalNTB.com – Pertanggungjawaban jawaban hasil capaian Seratus Hari Kerja (100) perogram pemerintahan Djohan Sjamsu dan Dany Carter Febrianto ST, M. Eng (Joda Akbar) resmi dikemukakan melalui Konferensi Pers di aula Bupati Lombok Utara, Senin 30 Juni 2021.
Dalam kesempatan ini hadir Ketua DPRD, Partai koalisi Pemerintah Dandim 602 Lobar dan Kapolres Lombok Utara,

Dalam penyampaiannya Bupati Djohan mengatakan pertanggung jawaban perogram seratus hari kerja itu merupakan symbol keberpihakan dari komitmen daerah terhadap masyarakat dalam bentuk solusi dari kerumitan masalah yang segera dituntaskan.

Baca Juga: Bupati Djohan : Sebagai Pilar Demokrasi, Media Harus Ikut Andil Majukan Lombok Utara

” Program Seratus hari kerja ini merupakan komitmen kami dari pemerintah untuk masyarakat dalam memberi solusi cepat atas masalah yang ada, kami berharap perogram kerja ini tidak hanya dilihat dari konteks penanganan RTG saja tetapi ada 4 pilar didalamnya yang harus diselesaikan, “katanya.

Selain itu Bupati dua kali ini menegaskan dalam proses tim tersebut mengusung misi pemerintahan Joda disaat kampanye tahun lalu, dari visi bangkit menuju kabupaten yang inovatif dan rilegius diharapkan mewujudkan pemerintahan yang efektif, bersih, aspiratif dan teransparan serta percepatan informasi

“Dalam hal dunia pendidikan duet kepemimpinan ini memfokuskan kwalitas pendidikan menuju sumberdaya manusia cerdas berbudaya dan berahlak mulia riligius. Akses pemerataan atas kwalitas pelayanan kesehatan tak lepas pula dari rangkaian perogres Seratus hari kerja,”paparnya.

“Pemerintah kita upayakan sebaik mungkin memberikan yang terbaik bagi masyarakat mulai dari kwalitas pendidikan hingga pemerataan pelayanan kesehatan, ” Imbuhnya.

Pada sektor pembangunan dan infrastruktur dirinya telah menjadikan dua hal tersebut dalam prioritas pemerataan bagi lima wilayah tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan terhadap bencana dengan tetap mempertimbangkan sumber pendanaan dan ketepatan alokasi anggaran pembangunan.

Meski demikian bagi dirinya Djohan yang dikenal publik sebagai bapak pembangunan itu menyebutkan saat ini dalam progres Seratus hari kerja pula mengembangkan pariwisata terintegrasi dengan pertanian perkebunan dan peternakan, ekonomi kerakyatan berbasis ilmu pengetahuan dan kearifan lokal serta mewujudkan dunia investasi yang kondusif.

“Pasca pelantikan dirinya beserta wakil bupati Danny, penjabaran perogram ini kemudian terangkum dalam kegiatan Seratus hari kerja dalam bentuk memarak, merikeq, pelyanan perima dan pariwisat KLU bangkit,” terangnya

Sementara itu, Wakili Bupati (Wabup) Danny Carter Febrianto, ST. M. Eng menambahkan, Empat program kerja perioritas tersebut sebagai visi dan indikator untuk menata daerah lebih baik hinga empat tahun kedepan. Sementara untuk kondisi penanganan RTG tim Seratus hari kerja pada pemantapan data fokus pada SK susulan 7644.

Dari data 7.644 pada SK susulan setelah di validasi dan verifikasi ulang yang disesuaikan dengan cek porensik kondisi lapangan ada ketidak sesuaian, sehingga atas dasar ini tim merekomendasikan hasilnya ke pemerintah guna ditindak lanjuti.

“Validasi dan verifikasi ini telah sesuaikan dengan fakta lapangan. (-red) dalam perosesnya, nama dalam SK kemudian diperoses perifikasi faktual ke lapangan terhadap 7 ribuan data rumah tersebut dan hasilnya ada ketidak kesusaian, kami tidak ingin melihat masyarakat yang sebenarnya berhak kemudian tidak mendapatkan haknya”, jelasnya

Urai Danny, lebih dari ribuan nama penerima keluar ditahap awal dan ditemukan ribuan nama tercoret. “Sisa ini yang kami gunakan untuk memberikan hak sebenarnya ke warga, ” tukasnya.

Meski demikian putra inisiator pemekaran ini menyebutkan terblokirnya dana ratusan miliar (117.000.000.000) terhadap kurang lebih 6 ribuan data saat ini sedang dikebut laporan pertanggung jawabannya (LPJ), pasalnya untuk membuka status blokir tersebut lanjutnya LPJ ini mesti rampung 100 persen. Dari data kerusakan sesuai review Sistama BNPB 5.155 rumah kurang lebih baru 76 persen LPJ diselesaikan.

“Saat ini BNPB meminta mensinkronkan BNBA dan kesesuaian dengan kondisi lapangan dan itu sudah kami lakukan, tujuannya sifat blokir DSP tersebut dibuka, kami sudah ketemu dengan pihak BPNPB terakhir langsung dengan kepala BNPB dalam rapat Zoom meeting, kita berharap semua dapat berjalan sesuai harapan, “ujarnya.

Lebih jauh dirinya mengatakan guna mempercepat hal tersebut saat ini sinergi dengan dusun, desa, camat dan Pemda terus ditingkatkan Dirnya pula tidak menampik adanya kendala dalam singkronisasi data kependudukan berbasis online, ditemukan sistem data KTP dari manual ke Online masih dibutuhkan singkronisasi, akibatnya hingga sampai saat ini tuntutan BNPB diakui belum rampung dilakukan lantaran BNBA harus disesuaikan.

Meski demikian Danny meyakini hal tersebut dapat diselesaikan dalam tenggat waktu yang diberikan sejak masa transisi bencana oleh BNPB. “Kita yakin Seratus Persen penyelesaian penanganan tersebut optimis kita selesaikan sesuai tenggat waktu yang diberikan”. pungkasnya.


Pewarta: Eza

Editor: Hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here