Rumah Tak Layak Huni Masih ada di KLU, Dua Janda Jompo Tinggal di Gubuk Reot

0
395
Rumah Tak Layak Huni Masih ada di KLU, Dua Janda Jompo Tinggal di Gubuk Reot
Foto: Dua Janda Jompo Tinggal di Gubuk Reot di Lombok Utara. (KanalNTB)

LOMBOK UTARA, KanalNTB.com – Warga Lombok Utara yang tinggal di tempat tak layak huni masih ada di KLU, seperti ditemukan di Dusun Tebanyak Desa Tegal Maja Kecamatan Tanjung. Dua orang warga tersebut yaitu Inaq Surnip dan Inaq Karnip, diketahui tinggal sebatang kara di sebuah gubuk reot bersebelahan. Hal ini diketahui saat Plt Kepala Dinsos P3A KLU Fathurrahman meninjau lokasi.

Diungkapkan Fathurrahman mereka tidak memiliki keluarga dan sudah berada di lokasi lahan milik salah seorang keluarga Inaq Karnip selama tiga tahun. Mendirikan gubuk, pun kerjanya serabutan. Untuk makan sehari-hari, keduanya hanya mengharap belas kasihan para tetangga. Kondisi ini cukup miris, terlebih mereka tidak memiliki administrasi kependudukan menambah berat kucuran bantuan sosial.

“Pertama kita akan buatkan dulu adminduknya supaya mereka bisa mendapat bantuan seperti PKH. Setelah itu baru dibangunkan rumahnya,” ujarnya.

Dijelaskan, kondisi rumah keduanya yang sudah tidak layak tersebut rencananya akan dibongkar dan dinas akan membangun rumah permanen bagi kedua lansia tersebut. Anggaran yang digunakan yaitu BTT yang tersedia di BPKAD lebih kurang senilai Rp 1 miliar. Kendati untuk dapat mengakses anggaran tersebut, maka dinas akan melengkapi administrasinya sehingga keberadaan mereka bisa diakui secara hukum.

“Itu memungkinkan di anggaran tidak terduga di BPKAD. Itu diperuntukan bantuan darurat yang tidak direncanakan, kita perkirakan rumah yang tidak layak seperti ini di KLU banyak, tapi kita prioritaskan jompo terlantar dulu,” jelasnya.

Dari informasi yang didapat, Inaq Surnip dan Karnip merupakan janda yang suaminya telah meninggal. Mereka mulai menetap di sana pada saat gempa 7,0 SR yang mengguncang Lombok Utara. Berdasarkan koordinasi tim pendamping PKH dilapangan, bahwa mereka sempat menikah dan tingga di Desa Teniga, setelah suaminya meninggal justru memilih pulang ke Tegal Maja. Hanya saja, saat dikroscek perihal adminduk di Desa Teniga nama yang bersangkutan tidak ada. Terlepas daripada itu, yang jelas ini merupakan tanggungjawab dari pemerintah.

“Yang jelas mereka warga Lombok Utara. Maka kita harus hadir memberikan bantuan, kalau tidak begini mereka tidak bisa punya rumah yang layak,” tegasnya.

“Rencana kita akan buatkan rumah berukuran 3X6 dengan dua kamar sehingga nanti punya masing-masing satu kamar,” pungkasnya.


Pewarta: Eza

Editor: Hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here