Seleksi Komisioner KPID NTB, Diduga Ada “Titipan” Timses Gubernur dan Kerabat Dewan, Ini Penjelasan Pansel

0
437
BSU 1 Juta Per Orang untuk Pekerja di Daerah PPKM Level IV di NTB Mulai Dibagi 1 Agustus ini
Foto: Kadisnakertrans NTB, I Gede Putu Aryadi (dok)

MATARAM, KanalNTB.com — Proses seleksi penerimaan anggota komisioner Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) NTB diselimuti kabar tak sedap, posesnya diduga diwarnai intervensi dari pejabat di NTB. Informasinya berhembus kencang menyebut nama orang nomor satu di NTB dan kerabat anggota DPRD di Udayana diduga berupaya memasukkan “orang” nya agar bisa menjadi Komisioner KPID NTB tanpa hambatan berarti.

Menurut sumber KanalNTB yang minta namanya tidak disebut mengungkapkan bahwa seleksi KPID NTB diduga hanya formalitas dan sudah selesai. Proses seleksi tidak lebih dari skedar proses bagi bagi jatah.

Baca Juga: Maju di Pilkada, KPID NTB Minta Hentikan Iklan Layanan Covid 19 Mantan Wakil Bupati ini di TV

“Gubernur juga merekom satu orang tim suksesnya dari pulau Sumbawa karena berjasa pada Pilgub lalu. Ada juga pimpinan komisi yang juga memasang kerabat dekatnya,”ungkap sumber tersebut yakin di saat proses seleksi sedang berjalan, Rabu (16/06).

Menurutnya seleksi kali ini hanya formalitas untuk menjalankan proses saja.

“Hari ini ujian keempat dan besok Jumat terakhir. Sebenarnya semua sudah selesai dan ini formalitas saja,” ungkap sumber yang bekerja di swasta ini.

Saat dikonfirmasi soal tudingan ini Ketua Pansel KPID NTB, I Gede Putu Ariadi, membantah informasi miring tersebut Menurutnya test yang dilakukan oleh tim sel, menggunakan CAT dan soalnya dari bank soal di pusat. Sehingga sangat akuntable, karena nilai test potensi bisa dilihat langsung oleh peserta itu sendiri. Sedangkan psiko test juga dilakukan oleh tim tersendiri.

“Hanya test wawancara yang akan langsung dilaksanakan tim sel, dan itupun lebih banyak menguji penulisan makalah atau visi misi yg dibuat oleh para peserta,” tegas Gede.

Gede juga menyakini bahwa tim yang bekerja sudah sangat profesional dan seluruh nilai yang diperoleh peserta murni.

” Kami tim sel bekerja sangat profesional, dan nilai murni yang dicapai masing-masing peserta, itulah yang akan kami sampaikan ke DPRD untuk dilakukan fit and proper test,” tukas Gede.

Beberapa waktu lalu juga Ketua Komisi I DPRD NTB, Sirajuddin, yang akan melakukan fit and proper tes dalam kesempatan lain menyakini proses seleksi komisoner KPID berjalan tanpa ada nepotisme.

“Semua berjalan secara benar. Tidak ada intervensi sama sekali,” tegasnya.


Pewarta: Punk

Editor: Hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here