Upacara HUT KLU Ke -13, Djohan Sjamsu Beberkan Capaian 100 Hari Kerja

0
72
Upacara HUT KLU Ke -13, Djohan Sjamsu Beberkan Capaian 100 Hari Kerja
Foto: Pelepasan merpati di HUT KLU. (dok)

LOMBOK UTARA, KanalNTB.com – Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Ke 13 Kabupaten Lombok Utara berlangsung hari ini di halaman Kantor Bupati. Bupati KLU Djohan Sjamsu di hari jadinya ini memaparkan capaian 100 Hari Kerja memimpin KLU bersama wakilnya Danny Carter Febrianto.

Dalam amanatnya Bupati Djohan Sjamsu menyatakan capaian program 100 hari kerja merupakan tonggak awal masa kepemerintahannya. Tentu di masa depan masih banyak hal yang mesti diselesaikan. Namun dirinya berharap semangat membangun lombok utara lahir dari kebutuhan dan kesungguhan secara kolektif semua pihak.

Baca Juga: Idul Adha 1442, Jokowi Sumbang Sapi Lokal Lombok Timur

“Insya Allah di tahun berikutnya kita berupaya mengentaskan kemiskinan supaya terus menurun hingga tahun 2024. Kuncinya kita bersatu padu demi kemajuan Lombok Utara,” ujarnya.

Bagi Djohan pribadi HUT KLU tahun ini terasa spesial karena memiliki makna tersendiri.

“Di ulang tahun KLU Ke 13 ini memiliki makna tersendiri bagi saya. Karena ini awal dari kepemimpinan selama 5 Tahun Kedepan. Pastinya dengan segala persolan yang ada, ” katanya.

HUT KLU ini dihadiri Jajaran Forum Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimda), PLt. Sekertaris Daerah (Setda), Asisten dan diikuti para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ASN Se Kabupaten diikuti secara Virtual, Rabu, (21/7).

Dijelaskan Djohan, pasca pemekaran dari kabupaten Induk Lombok Barat. Tingkat kemiskinan mencapai 43, 14 persen hingga pada tahun 2020 angka kemiskinan. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 26,99 persen. Menurun sebanyak 16, 15 point atau setara 6 persen dari pertumbuhan penduduk 250.000 jiwa pada tahun ini.

Secara umum, tingginya angka kemiskinan mesti didorong keberpihakan anggaran secara simultan dan berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Masih tingginya angka kemiskinan menjadi isu strategis. “Selanjutnya gedung Bupati, kantor OPD dan sejumlah infrastruktur pasca gempa yang rusak hingga sampai saat ini belum terbangun. Butuh kebersamaan,” serunya.

Selian itu Bupati menyinggung pentingnya Pariwisata dan sektor Pertanian sebagai pendongkrak ekonomi masyarakat dan sektor pendapatan daerah yang besar. Sehingga, dua aspek tersebut menurutnya, perlu ditingkatkan secara berkelanjutan dan nyata kemanfaatannya untuk masyarakat. “Kondisi topografi dengan benteng pegunungan yang indah. Dan pesisir membayangkan adanya desa Wisata yang terhubung dengan terbangunnya Agro Wisata sebagai Ikon destinasi bersekala Nasional,”harapnya.

Lebih jauh bupati Djohan yang juga dikenal bapak pembangunan itu menyebutkan, progres Investasi Global sampai saat ini. Beberapa waktu lalu sudah bertemu dengan Pansus Dewan Perwakilan Daerah (DPRD). “Seterusnya pembukaan jalan alternatif lingkar utara sepanjang 10 Km. Diyakini dapat menumbuhkan ekonomi baru masyarakat di sepanjang ruas jalan,” jelasnya

“Dengan dibuka jalan alternatif ini. Kita yakin dapat memacu pembangunan dan perekonomian daerah, “harapnya.

Sebagai daerah dengan setatus daerah rawan bencana. Penting di buatkan program prioritas. Dengan mencanangkan program mitigasi dan kebencanaan terpadu. “Pasalnya, di musim kemarau di beberapa wilayah mengalami krisis air bersih. Begitu pula pada saat musim hujan terjadi banjir dengan cara membuat desa tangguh bencana,” bebernya.

“Hal ini untuk menyiagakan kita pada timbulnya resiko akibat dampak bencana sekaligus ancamannya. Sehingga sedini mungkin dapat kita minimalisir hal tersebut dengan setidaknya membuat desa tangguh bencana, ” tukasnya.

Secara rinci dinyatakan Djohan, pembangunan rumah tahan gempa (RTG) Pasca Gempa Tahun 2018 lalu. Sesuai data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pertanggal 30 Juni tahun ini. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati 1 hingga 27 Jumlah data rumah rusak sebanyak 71.305 unit. Dan terverifikasi berdasarkan SK Bupati menjadi 64.000 unit. SK Bupati 1 sampai 27 sesuai review Inspektur utama (Inspektur) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Total data rumah mencapai 55.710 unit.

“Dari data usulan tahap (2) Dua terdiri dari 7.164 unit. Data tampungan (dalam usulan) yang belum mendapatkan SK Bupati 357 unit. Dan hingga sampai saat ini data RTG yang belum terbangun mencapai 18 ribu unit, ” terangnya.

Dari seluruh persoalan yang ada di lombok utara dirumuskan. Dan di implementasikan pada program 100 hari kerja. Dalam bentuk memarak,merikeq dan pelayanan perima dan pariwisata KLU bangkit. Dan baru-baru ini telah meluncurkan aplikasi data digital yang mempermudah pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Pewarta: Eza

Editor: Hmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here